Pemilik Udinese, Giampaolo Pozzo mengklaim kembalinya Bundesliga Jerman sebagai sebuah kegagalan, meski sebelumnya memasarkannya dengan label kesuksesan.
Bundesliga menjadi liga top Eropa pertama yang kembali melanjutkan kampanye musim 2019/20 pada akhir pekan lalu dan banyak pihak meyakini kompetisi kasta tertinggi Jerman itu sebagai contoh yang patut diikuti.
Namun, ada kekurangan yang disoroti oleh Pozzo yakni masalah kebugaran pemain. Terbukti ada delapan pemain yang mengalami cedera dalam enam pertandingan pertama yang digelar sejak kompetisi dihentikan pada Maret lalu.
Salah satu yang mengalami cedera adalah bintang muda Borussia Dortmund, Giovanni Reyna, yang sedianya akan melakukan debut di Bundesliga melawan Schalke, Sabtu (16/5), namun harus melewatkan kemenangan timnya setelah mengalami cedera saat pemanasan.
Berkaca pada peristiwa tersebut, Pozzo berpendapat bahwa tidak selayaknya sepakbola kembali digelar begitu cepat setelah melewati masa vakum selama dua bulan.
"Mereka[Bundesliga] memulai kembali dengan cara yang terburuk, meski telah memasarkannya sebagai kesuksesan," katanya kepada Radio Sportiva.
"Apa yang dibayangkan tentang masalah cedera, terjadi. Ada delapan pemain yang cedera dalam enam pertandingan pertama."
"Itu menjadi bukti bahwa jika Anda tidak mempersiapkan dengan benar, maka itulah ganjarannya," pungkas orang nomor satu Udinese tersebut.
Serie A sendiri sejauh ini belum mendapat kepastian soal tanggal bisa kembali bergulirnya musim ini, meski klub-klub sudah mendapat lampu hijau untuk berlatih pekan ini.




