OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, merasa kecewa dengan cara pengundian grup di SEA Games 2017. Sebab, tuan rumah Malaysia mengambil keputusan yang menguntungkan pihaknya dalam ajang multievent tersebut.
Malaysia mempunyai hak istimewa dalam menentukan masuk ke grup mana di SEA Games nanti. Mereka juga dapat memilih grup yang diisi paling sedikit oleh peserta lainnya. Akibatnya, hal ini menimbulkan protes dari sejumlah tim.
SIMAK JUGA: PSSI Sepakat Protes Hak Istimewa Malaysia Di SEA Games 2017
Imam pun memerintahkan Chief De Mission (CDM) SEA Games Aziz Syamsuddin, melakukan pembicaraan Malaysia Organizing Committee (Masoc) selaku penyelenggara event tersebut. Itu karena ia menilai, adanya keputusan ini amat merugikan buat peserta lainnya.
"Saya sudah minta ke CDM agar melakukan renegosiasi. Jangan sampai memberi peluang yang tidak adil bagi siapapun. Lakukan undian dengan adil, sehingga siapaun, baik tim sepakbola atau futsal juga, bisa bertemu dengan tim negara manapun," kata Imam.
"Saya tekankan juga, baik itu rumah sekalipun, Malaysia, tidak boleh diteruskan rencana yang sangat tidak adil dan pasti tidak menguntungkan bagi negara-negara lain. Saya menyesali tentunya, meskipun ini menjadi semacam otoritas tuan rumah tapi sekali lagi karena menjunjung fairplay maka lakukan pengundian secara fairplay juga," tambahnya.
SIMAK JUGA: Presiden MOM Sebut Drawing SEA Games Tanggung Jawab Masoc
Lebih jauh, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menginginkan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta CDM dapat bergerak cepat menghubungi Masoc. Pasalnya, undian benar-benar dilakukan pada 8 Juli nanti.
"Sekali lagi saya tekankan, ini harus jujur, adil dan merata, jangan karena tuan rumah bisa bertemu tim lemah, itu tidak boleh," ujarnya.

