Joan Laporta BarcelonaGetty

Polemik Liga Super Eropa, Joan Laporta: Barcelona Tidak Akan Minta Maaf!

Presiden Barcelona Joan Laporta bersumpah bahwa klub tidak akan meminta maaf kepada UEFA atas peran mereka dalam polemik Liga Super Eropa beberapa saat yang lalu.

Laporta menambahkan, Blaugrana tidak melihat alasan untuk meminta maaf karena pihaknya ingin mengendalikan "nasib diri sendiri".

Barcelona merupakan salah dari 12 klub pendiri yang semula mengumumkan rencana pembantukan Liga Super Eropa pada Minggu (18/4), namun belum genap 48 jam, rencana itu "kocar-kacir" setelah enam raksasa Liga Primer Inggris memutuskan mundur, yang diikuti dengan Atletico Madrid, AC Milan, dan Inter Milan. Tersisa, hanya ada Barcelona, Real Madrid, dan Juventus.

Setelah rencana pembentukan kompetisi yang disebut-sebut sebagai pesaing Liga Champions itu buyar, Laporta, yang terpilih untuk jabatan kedua di Camp Nou pada tahun ini, menegaskan pihaknya tidak merasa bersalah.

"Kami berbicara dengan klub-klub [yang terlibat] dan mengatakan kami menyukai [proposal], tapi kami membutuhkan mereka untuk menerima bahwa para anggota kami harus setuju masuk ke majelis berikutnya," ujar Laporta di majelis umum klub.

"Logis untuk memiliki suara itu sebelum 30 Juni. Tapi sekarang, karena formatnya tidak ada, saya tidak akan meminta Anda untuk memilih. Tapi, saya tegaskan, proyek itu masih hidup."

"Kami masih berupaya untuk berdialog dengan UEFA. Kami tidak akan meminta maaf karena mencoba mengatur kompetisi. Kami tidak akan meminta maaf kepada UEFA karena ingin menjadi pemilik nasib kami sendiri. Setidaknya tidak saat saya menjadi presiden."

Dari 12 klub pendiri, sembilan klub yang mengundurkan diri telah menghadapi denda dari UEFA, namun sanksi untuk Barcelona, Real Madrid, dan Juventus masih belum jelas.

Menurut kabar, UEFA ingin melarang mereka dari kompetisi kontinental seperti Liga Champions, meski badan pengatur olahraga itu tidak bisa melakukannya karena keputusan pengadilan yang melarang tindakan tersebut.

"UEFA mengancam kami dengan denda dan mengeluarkan kami dari Liga Champions," ujar Laporta lagi.

"Waktu telah membuktikan kami benar. Sekarang mereka telah membatalkan [menangguhkan] proses disiplin dan mendaftarkan kami ke Liga Champions musim depan."

"Kami melakukan ini karena kami mencintai sepakbola dan karena saat ini permainan berada dalam situasi yang rumit. Klub-klub milik negara bisa membuat penawaran yang jauh lebih menarik daripada kami dan mereka terus berinvestasi."

Iklan
0