Berita Live Scores
Manchester United FC

Paul Pogba Jadi Korban Rasisme, Manchester United Temui Twitter

04.44 WIB 22/08/19
Paul Pogba Manchester United 2019-20
Pogba menjadi sasaran rasisme di dunia maya setelah gagal melakukan eksekusi penalti ke gawang Wolves.

Manchester United dan Twitter akan menggelar pertemuan dalam beberapa pekan ke depan guna mendiskusikan pelecehan rasisme yang dialami Paul Pogba.

Pogba menjadi sasaran aksi rasisme di dunia maya setelah gagal mengeksekusi penalti yang berujung pada hasil imbang United 1-1 di Molineux, markas Wolverhampton Wanderers dalam duel pekan kedua Liga Primer Inggris musim ini.

Banyak dukungan mengalir untuk sang gelandang internasional Prancis, termasuk dari rekan setimnya Harry Maguire dan Marcus Rashford, yang meminta Twitter bertindak tegas terhadap para pelaku.

Sementara itu, kepolisian Manchester Raya, mengatakan sejauh ini belum ada investigasi resmi yang dilakukan terhadap kasus ini, karena tidak ada laporan secara spesifik dari publik yang naik ke meja mereka.

"Selama beberapa pekan ke depan, perwakilan Twitter akan bertemu dengan Manchester United, Kick It Out dan beberapa pemangku kepentingan publik lainnya yang tertarik mendengar kerja proaktif Twitter dalam menangani pelecehan rasisme dunia maya terhadap beberapa pesepakbola di Britania Raya," kata seorang juru bicara Twitter kepada Sky Sports News.

"Kami selalu menjaga dialog yang terbuka dan sehat dengan semua mitra kami, tapi kami tahu perlu dibuat langkah lebih untuk melindungi setiap pengguna layanan kami. Aksi rasisme tidak memiliki tempat dalam platform kami dan kami secara keras mengutuknya."

"Untuk tujuan ini, kami berharap dapat bekerja lebih dekat dengan para mitra untuk saling mengembangkan solusi bersama. Sementara itu, bagian Twitter, kami akan terus secara proaktif memonitor percakapan, dan akan mengambil langkah tegas terhadap semua pelanggar aturan kami."

United juga meminta agar organisasi antirasisme, Kick It Out, Federasi Sepakbola Inggris (FA) dan Liga Primer agar mau duduk bersama guna mengembangkan solusi ampuh mengatasi masalah rasisme yang marak terjadi.