Paul Pogba mengakui tidak mudah melihat Manchester United terseok-seok selama dirinya absen, karena harus menepi sampai Desember.
Sang pemenang Piala Dunia 2018 bersama Prancis tersebut absen karena mengalami cedera pergelangan kaki, sejak tampil dalam duel United kontra Arsenal yang berakhir 1-1 di Old Trafford pada akhir September lalu. Total ia telah melewatkan tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Red Devils melewati mimpi buruk dalam awalan kampanye musim 2019/20, namun tiga kemenangan beruntun setelah jeda internasional lalu sedikit meredakan tekanan pada pundak manajer Ole Gunnar Solskjaer.
Sang manajer asal Norwegia juga meraih hasil imbang memuaskan saat menahan Liverpool 1-1 pada 20 Oktober lalu, yang kemudian diikuti dengan kemenangan atas Partizan Belgrade di Liga Europa serta Norwich City dan Chelsea masing-masing di Liga Primer serta Piala Liga.
Hanya saja, kekalahan 1-0 dari Bornemouth pada Sabtu (2/11) kemarin membuat United turun ke posisi kesepuluh klasemen Liga Primer.
Pogba, yang diperkirakan baru bisa pulih sepenuhnya pada bulan depan, menyuarakan rasa frustrasinya ketika ditanya bagaimana kabar cederanya di tengah rekan-rekan setim kembali menelan kekalahan tanpa kehadiran dirinya.
"[Cedera] ini yang terburuk," ungkap gelandang berusia 26 tahun itu kepada RMC Sport.
"Setelah itu, tidak mudah untuk melihat rekan-rekan satu tim pergi berlatih atau ke lapangan pertandingan."
"Anda berlatih di dalam [terpisah], Anda ingin kembali untuk membantu tim tapi ketika mengalami cedera itu tidak mudah [secara psikologis]. Yang paling penting adalah menjalani penyembuhan dengan benar."
Pogba juga memberikan kabar terbaru mengenai kondisi fisiknya, mengakui bahwa dirinya masih harus mengenakan gips selama lebih dari sepekan ke depan.
"Saya masih akan tetap berada dalam balutan plester selama 10 hari," terangnya. "Setelah itu, saya masih harus menjalani dua pekan rehabilitasi."


