Paul Pogba Manchester United 2019-20Getty Images

Gagal Penalti, Paul Pogba Jadi Sasaran Rasisme

Paul Pogba menjadi pemain terkini yang menjadi sasaran aksi rasisme dunia maya setelah gagal melakukan eksekusi penalti bagi Manchester United.

Gelandang internasional Prancis tersebut membuat kesempatan untuk menjadi penentu kemenangan Red Devils, yang ditahan imbang Wolverhampton Wanderers 1-1 dalam laga pekan kedua Liga Primer Inggris di Molineux, Selasa (20/8) dini hari WIB.

Eksekusinya berhasil digagalkan oleh kiper Wolves, Rui Patricio dan momen itu memancing reaksi dari banyak kalangan tak terkecuali fans United.

Pogba bukan pemain pertama yang menerima pelecehan tersebut dalam kurun waktu sepekan terakhir. Ia merupakan yang ketiga setelah sebelumnya ada dua pemain yang jadi korban.

Striker muda Chelsea, Tammy Abraham menjadi yang pertama setelah melakukan kegagalan serupa dari titik putih, yang berujung pada kekalahan timnya dalam laga Piala Super UEFA kontra Liverpool.

Sementara itu, Minggu (18/8) kemarin, bomber Reading, Yakou Meite juga diperlakukan sama ketika eksekusi penaltinya dimentahkan penjaga gawang Cardiff City dalam laga Divisi Championship.

Menanggapi kasus Pogba, United langsung mengeluarkan pembelaan melalui pernyataan resmi: "Semua yang berada di Manchester United muak dengan pelecehan rasisme yang ditujukan kepada Paul Pogba dan kami sangat mengutuk itu."

"Mereka yang mengekspresikan pandangan semacam itu tidak mencerminkan nilai-nilai kebesaran klub ini dan turut mengundang sebagian besar pendukung kami untuk mengutuk aksi tersebut juga di media sosial."

"Manchester United sama sekali tidak memberikan tolernasi terhadap segala bentuk rasisme atau diskriminasi dan kami berkomitmen besar untuk melawan dengan sebuah kampanye kami #AllRedAllEqual."

"Kami akan bekerja untuk mencari siapa saja yang terlibat dalam insiden ini dan akan mengambil langkah paling tegas. Kami juga mendorong seluruh perusahaan media sosial untuk menyikapi kasus seperti ini."

Iklan
0