Mauricio Pochettino Tottenham 2019-20Getty Images

Mauricio Pochettino: Saya Tak Bisa Berhenti Menangis Setelah Kalah Di Final Liga Champions

Mantan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino mengakui dirinya tak bisa berhenti menangis setelah kalah dari Liverpool di final Liga Champions 2018/19.

Spurs menelan kekalahan 2-0 dari Liverpool di Wanda Metropolitano, gara-gara gol penalti Mohamed Salah di awal laga dan tendangan Divocki Origi menuju akhir permainan.

Momen itu mengakhiri petualangan hebat Tottenham, dengan klub Liga Primer Inggris itu melakukan comeback fantastis saat menyingkirkan Ajax di semi-final.

Sang pelatih asal Argentina itu sempat meyakini bahwa pasukannya akan bisa mengangkat trofi Eropa pertama, namun ambisinya gagal terwujud.

"Saya pikir sangat sulit untuk menerima jalannya pertandingan," kata Pochettino seperti dikutip The Sun.

"Saya sangat kecewa setelah itu. Sulit untuk berhenti menangis, untuk menyudahi perasaan kecewa yang ada."

"Ketika Anda mempersiapkan diri selama tiga pekan dengan tanggung jawab dan cara kami berlatih, bersama staf dan para pemain. Kami sangat fokus."

"Saya pikir kami yakin dan saya percaya final akan berjalan sesuai harapan. Trofi sepenuhnya ada dalam benak kami. Namun kacau setelah 30 detik final Liga Champions dimulai, untuk kebobolan semacam itu [penalti]."

Memang, gol cepat Salah diakuinya mengubah corak permainan.

"Gol itu mengubah seluruh permainan, semua emosi. Sulit untuk mempersiapkan sebuat tim dengan adanya itu," pungkasnya.

Iklan
0