Footer Goal Indonesia Instagram

Play-Off Liga 2 Berpotensi Ada Yang Main Setan


LIPUTAN   RIZKAART CENDRADIPUTRA     DARI   BOGOR

Pelatih Persika Karawang Suimin Diharja menilai format play-off Liga 2 2017 tak jelas, dan rawan diwarnai permainan curang, mengingat klub akan berusaha keras tidak terdegradasi ke Liga 3.

Kekalahan 3-1 dari Persikabo Bogor dalam lanjutan Grup 2, Jumat (25/8), di Stadion Mini Cibinong,  membuat Persika masih tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 16 poin. Mereka berpeluang masuk babak play-off yang akan menentukan nasib mereka tetap di Liga 2.

SIMAK JUGA: Dramatis, Derby Tanah Jawara Berakhir Imbang

“Ini Liga 2 sekitar 60 persen degradasi, ini kan potensi main setan. Play-off sampai sekarang formatnya tidak jelas, masih harus di drawing lagi. Nanti di sana berpotensi main setan lagi,” Cetus Suimin.

“Mestinya kompetisi itukan disiapkan dari awal sampai akhir Ada banyak tim yang punya kepentingan. Mungkin punya 'bapak-bapak', kan tidak tahu. Ini kan berpotensi jadi tuan rumah play-off nanti.”

SIMAK JUGA: Liga 2: Mereka Yang Ke 16 Besar & Yang Terdegradasi

Suimin juga mengomentari beberapa keputusan wasit di laga kontra Persikabo. Menurutnya kepemimpinan wasit Sigit Budiyanto kurang memuaskan.

“Tadi kalian lihat sendiri, pertandingan kedua tim bagus. Tidak ada masalah. Trik buang waktu biasa. Justru, man of the match-nya itu wasit. Semua orang bisa lihat. Ada pelanggaran di depan dia. Ini cuma koreksi perbaikan untuk PSSI kalau memang mau benar,” imbuh Suimin.

Dalam laga itu, ketiga gol Persikabo dihasilkan melalui sepasang gol Alan Arthur Aronggear dan Yan Pieter Sama. Sedangkan Persika hanya bisa memperkecil kekalahan lewat gol Andi Sopian.

SIMAK JUGA: Rusuh Suporter Buat Laga Persikabo Kontra Perserang Terhenti

“Persikabo meningkat setiap laga. Itu butuh waktu. Hari ini bisa menang karena mereka kerja keras. Saat ini kami bisa membuat banyak orang bahagia. Banyak faktor nonteknis yang membuat kami dirugikan, tapi saya tidak mau hal itu jadi alasan,” jelas pelatih Raja Isa.

“Saya ambil tim saat sedang terpuruk. Tidak gampang meramu pemain yang tersisa 14 pemain. Bertahap kami ada perubahan walau sedikit terlambat. Kemenangan ini jadi motivasi untuk para suporter yang terus mendukung saat lagi jelek. Yang penting saya puas pemain usdah kompak.” (gk-61)

Footer Goal Indonesia Instagram
Iklan