Performa buruk Juventus musim ini berimbas kepada keluarga Andrea Pirlo, seperti yang diungkapkan putranya, Nicolo, yang hampir setiap hari menerima ancaman pembunuhan.
Sejumlah tifosi Bianconeri memang tidak puas dengan merosotnya prestasi tim pada musim 2020/21, yang tidak bisa mempertahankan Scudetto dan bahkan terancam finis di luar empat besar.
Pirlo sebagai pelatih nihil pengalaman dinilai tidak memiliki kapasitas mumpuni untuk memimpin klub sebesar Juve. Beberapa fans menyerukan agar ia dipecat dan yang lebih parah ada oknum-oknum yang meluapkan emosi mereka kelewat batas.
Nicolo, melalui unggahan di laman Instagram, mengungkapkan pesan-pesan yang diterimanya berupa ancaman pembunuhan terkait dengan pekerjaan ayahnya.
"Ada batasan waktu untuk semuanya dan batasan ini telah terlampaui untuk beberapa waktu sekarang ini," tulis Pirlo dalam bahasa Italia, seperti yang diterjemahkan jurnalis Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio.
"Setiap orang memiliki kekuatan untuk mengatakan apa yang mereka inginkan, namun dalam hal ini, kesalahan saya adalah menjadi putra seorang pelatih yang, sebagaimana mestinya, tidak disukai sebagain orang."
"Tempatkan diri Anda pada posisi saya, bagaimana perasaan Anda?"
Nicolo juga melampirkan hasil tangkapan layar salah satu dari banyak pesan yang diterimanya dalam beberapa jam terakhir, mengatakan: "Anda harus mati bersama Ayah Anda!"
Lapo Elkann, pengusaha Italia dan cucu dari Gianni Agnelli, keluarga pemilik Juve, menunjukkan dukungannya terhadap Pirlo dan putranya atas situasi buruk yang dialami mereka.
"Andrea Pirlo, saya bersama Anda," tulis Lapo di Twitter. "Seseorang tidak pernah bisa menyentuh keluarga Anda."


