Andrea Pirlo mengakui Juventus menghadapi musim yang "aneh" di Serie A, sembari meyakini dampak virus corona telah merusak keseimbangan sepakbola Eropa.
Juara Italia, Juve saat ini berada di urutan keempat klasemen Serie A setelah melalui 11 pertandingan, tertinggal empat angka dari pimpinan AC Milan. Namun mereka bukan satu-satunya tim papan atas yang kewalahan menemukan standar permainan tinggi seperti musim-musim sebelumnya.
Liverpool, Real Madrid, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain - semuanya juara bertahan, tidak lagi memuncaki klasemen kompetisi masing-masing sejauh ini.
Memang, masing-masing pemuncak klasemen di lima liga top Eropa - Tottenham Hotspur, Real Sociedad, Bayer Leverkusen, Milan dan Lille - semuanya bermain di Liga Europa 2020/21, bukannya seperti Juve di Liga Champions.
"Ini kompetisi yang aneh namun seperti semua kompetisi di Eropa lainnya," kata Pirlo kepada Juventus TV. Dengan Covid dan jadwal pertandingan yang padat, semuanya menjadi lebih seimbang dan oleh karena itu Anda harus menghadapi setiap pertandingan dengan mentalitas yang tepat."
"Tidak ada lagi tim 'materasso', ada tim-tim kuat yang berpikir tentang bermain dan tidak hanya mempertahankan performa mereka. Anda harus menghadapinya dengan mentalitas tertentu, jika tidak, Anda berisiko menghadapi kejutan yang tidak menyenangkan."
Namun peruntungan Juve telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan memenangkan empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Mereka menghadapi Atalanta pada Kamis (17/12) dini hari WIB dan berpeluang memenangkan lima pertandingan beruntun untuk pertama kalinya sejak Januari.
"Lebih dari sekadar hasil, ini berbicara tentang sikap dan konsentrasi dalam menghadapi semua pertandingan dengan cara yang sama, baik di Liga Champions mau pun domestik," kata Pirlo. "Ketika Anda memiliki sikap yang benar dan semangat ingin bermain, hasilnya ada di pihak Anda."
Juve tak terkalahkan dalam 23 pertandingan kandang Serie A menghadapi Atalanta, rekor yang dimulai sejak 1989. Akan tetapi Pirlo mewaspadai ancaman tim berperingkat delapan itu, yang memiliki 11 pencetak gol berbeda di Serie A lebih banyak dari tim mana pun musim ini.
"Saya meyakini akan adanya laga yang sulit melawan tim yang sangat kuat," imbuh sang pelatih Bianconeri. "mereka telah menjadi tim kuat selama beberapa tahun terakhir. Kita telah melihat itu tidak hanya di liga Italia tapi juga level Eropa. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit untuk dijalani mengingat sikap mereka. Kami harus menyikapinya sebagai pertandingan lawan tim papan atas."


