Andrea Pirlo JuventusGetty Images

Andrea Pirlo Terima Lisensi Pelatih, Sah Dampingi Juventus Di Lapangan

Andrea Pirlo resmi mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA Pro, yang berarti sudah sah bisa mendampingi Juventus di pinggir lapangan.

Bianconeri secara mengejutkan diangkat sebagai pelatih baru pada awal Agustus lalu, hanya kurang dua pekan selepas ditunjuk sebagai juru taktik skuad U-23.

Namun, saat awal penunjukkan, Pirlo masih belum mengantongi lisensi UEFA Pro, yang merupakan syarat untuk berkiprah di Serie A dan Serie B.

Eks gelandang berusia 41 tahun itu sebenarnya baru menjalani kursus lisensi UEFA Pro di Coverciano pada Agustus 2019 dan wajib menghadiri 240 jam sesi pelajaran, termasuk versi online yang diselenggarakan selama lockdown COVID-19.

Dengan kampanye Serie A musim 2020/21 yang akan digelar pada 19 September mendatang, maka Pirlo mendapat jalur percepatan untuk bisa segera menuntaskan kursusnya.

Sang bos baru Juventus bukan satu-satunya yang menerima lisensi kepelatihannya pada Senin (14/9).

Vincenzo Italiano, pelatih 42 tahun yang sukses membawa Spezia promosi ke Serie A musim ini, juga menerima hal serupa, bersama dengan sejumlah bekas pemain lainnya yakni Paolo Montero, Marco Cassetti, Morgan De Sanctis.

Sementara beberapa nama lain, yang juga merupakan mantan pemain, di antaranya Patrizia Panico, Cristian Chivu, Emiliano Bigica, Mohamed Kallon, Roberto Muzzi, Angelo Palombo dan Luca Toni dijadwalkan menerima lisensi mereka pada Selasa (15/9).

Pirlo sendiri sudah memulai debutnya sebagai pelatih Juventus saat membawa pasukannya menang dalam laga uji coba pramusim melawan, Novara, Minggu (13/9) kemarin.

Menjamu klub Serie C tersebut di kompleks latihan klub, Pirlo menerapkan formasi yang adaptif dari 3-5-2 hingga 4-3-3 selama pertandingan yang dimenangkan pasukannya dengan skor telak 5-0.

"Saya ingin membawa antusiasme, yang telah hilang dalam periode terakhir," kata eks penggawa Juventus dan AC Milan tersebut soal filosofi kepelatihannya beberapa waktu lalu.

"Saya ingin menerapkan sepakbola proaktif, dan dominasi permainan, seperti yang saya katakan kepada para pemain kemarin."

"Saya memberi tahu mereka dua hal - pertama adalah Anda harus selalu menguasai bola, lalu yang kedua adalah bahwa harus dengan cepat merebut bola kembali."

"Ini adalah dua hal taktis pertama yang saya katakan dan saya yakini. Itu adalah mental terpenting yang harus diterapkan pada tim."

Iklan
0