Andrea Pirlo mengaku tidak khawatir dengan inkonsistensi performa Juventus yang terjadi dalam musim debutnya sebagai pelatih.
Legenda Juve dan Italia itu menyaksikan timnya ditahan imbang 1-1 oleh Benevento, Minggu (29/11), membuat pasukannya tertinggal enam poin di belakang pemuncak klasemen AC Milan.
Jarak itu sebenarnya bisa saja menjadi dua poin andai Juve tidak banyak menjatuhkan poin selama kampanye 2020/21, Benevento bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang, yang menjadi hasil imbang kelima Bianconeri dari sembilan laga mereka di Serie A.
Beruntung di Liga Champions pencapaian Juventus lebih baik, dengan mereka sudah menyegel tiket lolos ke babak 16 besar menjelang pertandingan lawan Dynamo Kiev, Kamis (3/12) dini hari WIB.
Dengan fokus terbagi menuju ke derbi melawan Torino pada akhir pekan ini usai duel versus Kiev, Pirlo sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa merapatkan selisih poin dengan Milan.
"Setelah Benevento, saya katakan bahwa kami harus lebih berkonsentrasi dan berhasrat untuk membawa pulang poin, bahkan ketika kami unggul dalam pertandingan. Kami telah membahasnya dan kami semua menyadari hal itu," ungkap Pirlo.
"Saya sama sekali tidak khawatir. Di Benevento kami berpeluang memenangkan laga tapi kami tidak pintar mengamankannya, dan kemudian mereka berhasil melakukannya dengan baik. Kami telah menganalisis pertandingannya dan kami akan mencoba untuk berkembang."
"Kami harus menhgadapi semua pertandingan dengan cara yang sama, baik di Eropa mau pun Italia. Saya lebih suka sedikit lebih konsisten, namun normal bahwa dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapainya. Para pemain tahu apa yang harus dan ingin mereka lakukan."
Paulo Dybala, yang belum mencetak gol di Serie A musim ini dan terus menjadi sasaran kritikan, diperkirakan tidak akan tampil melawan Dynamo.
"Saya tidak berpikir kita akan melihat tiga pemain depan besok: Alvaro Morata mungkin akan bermain, sementara Dybala akan disiapkan untuk Derbi Turin pada hari Sabtu," pungkas Pirlo.


