Andrea Pirlo geram dengan penampilan para penggawa Juventus, yang disebutnya sudah fokus memikirkan liburan, hingga menelan kekalahan memalukan dari Fiorentina, Rabu (23/12) dini hari WIB.
Bianconeri menutup episode 2020 dengan kekalahan 3-0 dari La Viola saat berlaga di markas sendiri, Allianz Stadium, yang sekaligus menjadi kekalahan pertama mereka di pentas Serie A 2020/21.
Kartu merah yang diterima Juan Cuadrado pada periode awal permainan menyebabkan Juve sulit mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, selain memang Fiorentina tampil lebih dominan.
"[Kekalahan] itu meninggalkan rasa pahit di mulut," kata Pirlo dalam jumpa pers. "Kami berharap bisa mengakhiri tahun 2020 dengan kemenangan, sebuah performa yang penting."
"Tapi kami menyikapi pertandingan dengan buruk, tanpa sikap ingin menang dengan segala cara. Jadi, itu sulit. Kami dituntut mengubah situasi ketika bermain dengan 10 orang dan itu tidak terjadi."
"Hari ini, sikap tim keliru. Kami telah memikirkan liburan dan itu tidak boleh terjadi. Kami seharusnya menutup tahun 2020 dengan kemenangan dan itu tidak terwujud."
Pirlo juga menilai bahwa keputusan wasit yang merugikan timnya dengan diusirnya Cuadrado berdampak pada mental pemain dan mengatakan bahwa hal tersebut bukan yang pertama dialami timnya sepanjang musim ini.
"Ada tren untuk 12 pertandingan sekarang, bahkan para pemain bisa marah lagi dan lagi," ujarnya. "Sejak awal, pertandingan tidak sesuai dengan keinginan kami dan gambarnya ada di depan mata semua orang."
"Saya tidak melihat Juventus yang rapuh, saya melihat mereka kuat, dengan mentalitas yang tepat dan terdefinisi dengan baik. Seperti yang saya katakan sebelumnya, itu adalah malam yang buruk. Dimulai dengan buruk, dengan sikap yang salah."
"Kami tidak mampu mengatasinya, kami harusnya fokus dan penuh tekad sejak awal. Jeda [musim dingin] akan membuat kami meningkat pada Januari nanti."


