Juventus bisa bermain seperti era Antonio Conte untuk musim 2020/21 setelah pelatih baru mereka, Andrea Pirlo menguraikan filosofi taktinya.
Pirlo sebelumnya belum pernah punya pengalaman sebagai pelatih tim senior ketika Juve mempromosikannya dari posisi awal sebagai juru taktik skuad U-23, untuk menggantikan Maurizio Sarri pada 8 Agustus.
Terlebih lagi, Pirlo baru seminggu menjalankan tugasnya sebagai pelatih tim lapis kedua Bianconeri, jadi tidak banyak referensi mengenai gaya kepelatihannya.
Namun, dalam konferensi pers perdananya pada Selasa (25/8), mantan pemain berusia 41 tahun tersebut membahas tentang masa kejayaan klub saat dirinya dulu bermain di bawah asuhan Conte antara 2011 dan 2014.
Juventus sukses memenangkan tiga Scudetto Serie A selama kepemimpinan Conte dan Pirlo menjadi pemain kunci, dan sang juru taktik anyar ingin mengembalikan beberapa karakteristik dari era tersebut.
"Mungkin kami bisa mencapai level gairah dan kekompakan saat itu," kata Pirlo kepada awak media.
"Tapi itulah yang ingin saya kemukakan kembali, prinsip-prinsip itu, DNA kerja dan pengorbanan, penuh keringat untuk satu sama lain dan hanya dengan cara ini Anda bisa mencapai target."
Sarri memimpin Juventus meraih Scudetto kesembilan beruntun namun menelan kekecewaan setelah tersisih secara mengecewakan di Liga Champions, dengan kekalahan dari Lyon di babak 16 besar.
Seperti halnya ketika menangani Chelsea, taktik Sarri juga dipertanyakan, dan Pirlo telah memberi tahu skuadnya bagaimana dirinya ingin menjalankan berbagai hal di Turin.
"Saya ingin membawa antusiasme, yang telah hilang dalam periode terakhir," lanjut Pirlo.
"Saya ingin menerapkan sepakbola proaktif, dan dominasi permainan, seperti yang saya katakan kepada para pemain kemarin."
"Saya memberi tahu mereka dua hal - pertama adalah Anda harus selalu menguasai bola, lalu yang kedua adalah bahwa harus dengan cepat merebut bola kembali."
"Ini adalah dua hal taktis pertama yang saya katakan dan saya yakini. Itu adalah mental terpenting yang harus diterapkan pada tim."


