Juventus dilaporkan mungkin akan melakukan perombakan besar-besaran apabila mereka gagal mencapai target minimum lolos ke Liga Champions musim depan.
Tidak hanya posisi Andrea Pirlo sebagai pelatih, yang dinilai kurang memuaskan secara performa tim mau pun pencapaian, perombakan juga menyentuh ke manajemen tim.
Tuttosport mengabarkan bahwa Bianconeri saat ini tengah mengevaluasi situasi di Allianz Stadium, kendati sebelumnya mengonfirmasi bahwa posisi Andrea Agnelli sebagai presiden tetap normal.
Agnelli sempat mengonfirmasi masa depan Pirlo di klub tidak dalam bahaya, namun setelah kinerja buruk tim saat bermain imbang 1-1 lawan Fiorentina dalam lanjutan Serie A, Minggu (25/4) kemarin, posisi sang pelatih kembali dalam ancaman pemecatan.
Kegagalan meraih poin penuh membuat Juve semakin terancam terdepak dari zona empat besar klasemen. Selain itu, pencapaian mereka dalam tujuh laga terakhir juga cukup miris sebagai juara bertahan, yakni hanya meraih tiga kemenangan, dua imbang dan dua kekalahan.
Terlepas dari kontroversi Liga Super Eropa, gagal lolos ke Liga Champions musim depan akan berarti kerugian besar bagi Juve, terutama dari segi pendapatan finansial klub.
Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin klub asal Turin itu akan melego bintang terbesar mereka, Cristiano Ronaldo, yang memang 'membebani' klub dengan gaji mewahnya di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
Seperti diwartakan La Gazzetta dello Sport, Manchester United menyatakan ketertarikan untuk merekrut kembali Ronaldo, yang meninggalkan Manchester pada 2009 untuk bergabung ke Real Madrid.
Megabintang berusia 36 tahun itu ditengarai dapat ditebus dengan banderol terjangkau, "hanya" €30 juta, jauh di bawah nilai transfernya sebesar €100 juta saat dipinang Juventus dari Madrid tiga tahun lampau.
Selain United, klub kaya raya Paris Saint-Germain dikabarkan juga tengah memantau situasi CR7 di Juventus. Ronaldo berpeluang pindah ke Paris karena klub Ligue 1 itu punya kekuatan finansial untuk memenuhi tuntutan gaji sang pemain.


