Bintang Barcelona, Gerard Pique mengakui bahwa dirinya termotivasi dengan para pembenci yang enggan melihatnya meraih kesuksesan.
Sang bek 32 tahun menjadi kurang populer sejak lebih menaruh prioritas terhadap Catalunya dan bukan Spanyol pada 2008, ia pun lantas mulai lebih banyak memiliki pembenci.
Faktanya, sejak melakoni debut di La Liga, Pique telah memenangkan delapan gelar juara La Liga dan tiga trofi Liga Champions.
Ia pun mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya sejauh ini adalah berkat mampu menyalurkan energi negatif dari para pembenci dan mengubahnya jadi motivasi tambahan.
"Semakin banyak orang yang membenci saya maka akan semakin memotivasi saya. Saya pikir semakin baik Anda bermain, maka mereka akan semakin terganggu," ujar Pique dalam acara Antena 3 TV, El Hormiguero.
"Ada waktu saat saya bermain bersama tim nasional dan mereka selalu mencemooh saya dan itu merupakan waktu terbaik saya."
"Entah apakah Anda punya kulit yang tebal atau itu justru akan memengaruhi Anda. Ketika Anda masih muda, maka itu akan lebih memengaruhi Anda dan pada akhirnya Anda akan belajar untuk menanganinya. Dunia sepakbola sekarang ini lebih banyak berbicara tentang hasil akhir, jika Anda kalah maka mereka akan mengkritik dan jika menang akan memuji, bahkan ketika Anda tidak bermain bagus."
Lahir dan besar di Catalunya, Pique sangat bangga menjadi penggawa Barcelona dan sangat serius menanggapi rivalitas dengan Real Madrid.
"Saya sama sekali belum pernah mengenakan kostum Real Madrid," katanya. "Terkadang saya bertukar kostum dengan mereka selepas pertandingan tapi tidak memakainya."


