Gerard Pique mengakui Barcelona membutuhkan perubahan besar untuk menghindari kekalahan memalukan seperti saat dihajar Bayern Munich, bahkan dirinya siap pergi dari klub jika diperlukan.
Duel perempat-final antara dua raksasa Eropa berakhir di luar dugaan, dengan Bayern menang besar 8-2 atas Barcelona di Estadio da Luz, Sabtu (15/8) dini hari WIB.
Thomas Muller dan Philippe Coutinho sama-sama mencetak dua gol, yang dilengkapi oleh aksi Ivan Perisic, Serge Gnabry, Joshua Kimmich dan Robert Lewandowski untuk menggenapi pesta gol kampiun Bundesliga.
Hanya Luis Suarez yang bisa menerobos pertahanan Bayern dengan golnya, karena satu gol Barca lainnya tercipta berkat gol bunuh diri David Alaba setelah keliru membelokkan umpan silang Jordi Alba.
Pique enggan basa-basi selepas peluit akhir laga yang memalukan bagi timnya tersebut dan ia mendesak agar Barcelona segera membuat keputusan menyangkut perubahan klub.
"Memalukan. Anda tidak bisa bermain seperti itu, Anda tidak bisa bermain di Eropa seperti itu," seru sang bek kepada Movistar+.
"Ini bukan yang pertama, atau yang kedua, atau yang ketiga kalinya. Sangat sulit untuk diterima, kita semua harus merenung."
"Klub membutuhkan perubahan dan saya tidak ingin berbicara tentang pelatih, pemain. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Secara struktural kami membutuhkan perubahan besar-besaran, karena ini bukan yang pertama, kedua atau ketiga."
"Yang pertama menjadi sukarelawan adalah saya, jika darah baru harus masuk dan mengubah dinamika klub ini, saya akan menjadi orang pertama yang pergi, menjauh dari klub ini."
"Sekarang kami telah mencapai titik terendah. Saya pikir kami semua harus melihat dan merenungkan secara internal dan memutuskan apa yang terbaik untuk Barca, yang merupakan hal terpenting."
Kekalahan telak dari Bayern menutup musim yang sangat mengecewakan bagi Barcelona, dengan mereka gagal meraih satu pun gelar juara sepanjang 2019/20, yang terakhir mereka catatkan sebelum era kedatangan Pep Guardiola pada 2008.




