Kepala Komite Medis FIFA Michel D’Hooghe menyarankan otoritas sepakbola di tiap negara untuk tidak menggelar pertandingan sepakbola sebelum musim panas berakhir.
Pandemi virus corona telah melumpuhkan banyak sektor di seluruh dunia sejak Maret, termasuk sepakbola. Namun, sejumlah liga sudah berencana melanjutkan kompetisi musim 2019/20 pada Mei atau Juni, meski ada juga yang memilih membatalkannya seperti Eredivisie Belanda dan Ligue 1 Prancis.
Bundesliga Jerman dan La Liga Spanyol, misalnya, sudah menyusun rencana untuk menyelesaikan sisa musim tanpa penonton, tentu diikuti protokol kesehatan yang ketat. Meski demikian, D'Hooghe sangat kontra dengan rencana seperti itu.
"Sepakbola mendadak bukan hal terpenting dalam hidup," kata D'Hooghe kepada The Telegraph.
"Tentu saja saya akan sangat senang jika kita bisa memulai kembali sepakbola. Jika mereka bisa memulai musim 2020/21 pada akhir Agustus atau awal September, saya akan senang. Dengan begitu, serangan kedua virus ini bisa dihindarkan."
"Untuk saat ini, semuanya harus sangat hati-hati. Saya sudah mendengar ada banyak negara yang ingin menggulirkan sepakbola lagi tanpa penonton."
"Saya sudah sering melihat pertarungan keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan seperti ini. Argumen ekonomi lebih sering menang. Tapi jika ada situasi bahwa argumen kesehatan menang atas argumen ekonomi, sekaranglah saatnya."
"Ini bukan tentang uang, ini adalah tentang hidup atau mati. Sesimpel itu," katanya.
D’Hooghe menambahkan, penularan virus corona tetap berisiko tinggi di sebuah laga yang digelar tertutup. Menurutnya, penularan antarpemain dan staf sangat mungkin terjadi di ruang ganti, atau pada saat pertandingan berlangsung ketika pemain meludah di lapangan dan saling berkomunikasi.
