Zainudin Amali secara resmi menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Kamis (9/3), untuk menjaga etika setelah dirinya terpilih menjadi salah satu wakil ketua umum PSSI.
Amali menyerahkan surat pengunduran diri itu secara langsung ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Istana Kepresidenan, karena Presiden RI Joko Widodo sedang melakukan kunjungan kerja keluar kota.
Rencana pengunduran diri tersebut sebetulnya sudah disampaikan Amali kepada Jokowi secara lisan pada 20 Februari. Menurut Amali, Jokowi telah mengizinkan, serat meminta surat resmi pengunduran dirinya.
“Saya baru saja bertemu dengan pak Mensesneg. Saya mengantarkan surat pemohonan pengunduran diri saya dari posisi sebagai menteri pemuda dan olahraga. Itu masih berupa surat, karena saya masih harus bertemu [langsung] dengan pak Presiden,” jelas Amali.
“Tapi karena sekarang beliau sedang tidak ada, maka kemungkinan saya dijadwalkan hari Senin akan bertemu dengan pak Presiden. Secara informal dan lisan, saya sudah menyampaikan kepada pak Presiden kalau saya akan fokus dan berkonsentrasi untuk mengurus salah satu cabang olahraga.”
“Tidak etis buat saya sebagai menteri pemuda dan olahraga yang mengurusi semua cabang olahraga, kok hanya fokus kepada satu Cabor. Saya akhirnya memutuskan [mundur]. Saya [sudah] minta izin pak Presiden, dan beliau mengizinkan.”
Selain menjaga etika, lanjut Amali, keputusannya memilih mundur sebagai Menpora membuat dirinya bisa mengawal secara langsung Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019.
“Di samping itu, ada tugas besar yang harus saya lakukan adalah sekaligus mengawal Inpres Nomor 3 Tahun 2019 yang sekarang dalam proses disempurnakan, yakni tentang percepatan pembangunan sepakbola nasional,” ucap Amali.
Amali merupakan kader Partai Golkar yang berada di Kabinet Indonesia Maju. Hingga kini Golkar belum memutuskan pengganti Amali. Namun kabar menyebutkan Pembina Persita Tangerang yang juga ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar sebagai penggantinya.
