Selangkah lebih maju dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan diterapkan dalam Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 yang akan dimulai kemarin, (16/3) di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat.
Penggunaan teknologi VAR oleh Kemenpora menjadi kali pertama secara nasional. Sebelumnya, penggunaan teknologi VAR sudah diterapkan dalam kompetisi sepakbola amatir Bandung Premier League. Tak ayal, penggunaan ini menjadi teronosan baru bagi sepakbola nasional.
Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengatakan teknologi VAR menjadi kali kedua diterapkan di Indonesia setelah Bandung Premier League. Namun, untuk skala nasional, Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019.
"Semoga media mengabarkan kalau kami sudah menerapkan terobosan penggunaan teknologi VAR," ujar Isnanta dalam Bimbingan Teknis Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 di Bandung, Jawa Barat, kemarin (15/3).
Sebanyak 5 ribu tim dari 157 daerah ambil bagian dalam Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 yang akan dimulai hari ini, (16/3) di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat. Wadah kompetisi usia genap tersebut menyasar pada pesepakbola di seluruh nusantara.
Terdapat lima kategori yang dipertandingkan. Di antaranya adalah U-12, U-14, U-16, U-17 (putri), dan U-21 (mahasiswa). Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memilih ajang berjenjang tersebut karena adanya masukan dari SSB. Pasalnya, selama ini tidak ada wahana sepakbola serentak secara nasional selain Piala Soeratin U-17.
Pertandingan akan dimulai dari seri kabupaten dan kota yang akan berlangsung dari 17 Maret sampai Juni. Pemenang seri kabupaten atau kota berhak masuk pada fase regional. Sedangkan, pada seri nasional akan berlangsung di berbagai daerah. Di antaranya U-12 di Palembang, U-14 di Solo, U-16 Tangerang, U-17 (putri) Bandung, dan U-21 (mahasiswa) di Yogyakarta.
Humas Forum Sekolah Sepakbola Indonesia (FOSSBI) Jawa Barat, Muhamad Burhannurdin mengatakan, teknologi VAR dapat membantu keputusan wasit. Menurutnya, teknologi VAR akan memperkuat fakta keputusan yang diambil wasit.
"Ini bisa menjadi percontohan, semoga liga profesionalnya bisa mengikuti jejak Kemenpora," katanya.
Getty