Marta memimpikan bisa mencapai final Piala Dunia Wanita 2019, meski bintang Brasil itu mengkhawatirkan juara bertahan, Amerika Serikat (AS), dan Australia.
Marta, sang kapten dan Pemain Terbaik Dunia FIFA enam kali, akan memimpin Brasil di kompetisi yang akan berlangsung di Prancis.
Selecao akan menghadapi Jamaika, Italia, dan salah satu favorit praturnamen, Australia, di Grup C.
Marta dan Brasil merupakan runner-up Piala Dunia pada 2007, dengan juara bertahan tiga kali di Copa America Femenina itu yang kalah di babak 16 Besar pada empat tahun yang lalu, mencapai perempat-final pada 2011.
AS dan Australia disebut-sebut sebagai tim yang paling berbahaya, namun Marta menyatakan kalau Brasil siap berkompetisi.
"Kami tidak bisa hanya fokus pada satu atau dua tim," ujar Marta, yang mencetak gol paling banyak di Piala Dunia dengan 15 gol sejauh ini, kepada Omnisport.
"Semua atlet lebih siap. Sulit berbicara hanya tentang AS dan Australia. Tim-tim yang lain juga memiliki level yang sangat tinggi, tapi tidak diragukan bahwa akan sangat menantang untuk bermain lawan AS dan Australia jika kami menghadapi mereka."
Setelah melakoni partai pembuka lawan Jamaika pada 9 Juni, Brasil akan head-to-head dengan Australia di Montpellier empat hari kemudian.
Australia, perempat-finalis pada 2015 setelah menyingkirkan Brasil di babak 16 Besar, diperkuat striker bintang Sam Kerr dan Matildas. Kedua pemain itu dipandang sebagai ancaman nyata bagi AS.
Ditanya tentang Matildas, striker Orlando Pride Marta--yang bermain bareng pemain-pemain Australia, Alanna Kennedy dan Emily van Egmond, di level klub di National Women's Soccer League--mengatakan: "Mereka sangat kuat. Tapi, ini adalah Piala Dunia dan segala sesuatu bisa terjadi. Semuanya akan ditentukan secara rinci."
"Australia bisa melangkah sangat jauh, tapi mereka ada di grup Brasil dan kami tidak akan membuat hidup mereka mudah, Anda bisa yakin akan itu. Mereka bisa mencapai final, tapi saya berharap mereka akan bisa dan bahwa Brasil yang bisa melakukannya."
Goal Indonesia