Bintang timnas wanita Amerika Serikat, Megan Rapinoe, buka suara tentang makna menjadi bagian dari bangsa Amerika.
Belum lama ini, Rapinoe menarik perhatian dunia setelah terlibat perang kata-kata dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Rapinoe menyatakan bahwa ia bakal menolak setiap undangan ke Gedung Putih jika timnas wanita AS menjuarai Piala Dunia 2019.
Tidak berselang lama, Trump pun membalas ucapan Rapinoe via Twitter dengan menganggap pilihan sikap sang pemain bukan cermin seorang nasionalis.
"Saya pikir saya adalah orang Amerika yang unik dan istimewa," ucap Rapinoe kepada wartawan seperti dilansir dari CNN.
"Saya tahu bahwa saya tidak sempurna, tetapi saya pikir saya mendukung kejujuran dan kebenaran. Saya ingin berbicara dan memandang negara secara jujur," tutur penyerang sekaligus kapten AS itu.
"Selama bertahun-tahun, orang-orang California berselisih dengan Trump. Mereka menyebut Trump seksis, misoginis, rasis, picik, dan konyol," tambahnya.
Rapinoe memang dikenal vokal. Pada 2012, ia blak-blakan mengaku lesbian. Pemain berusia 33 tahun itu juga aktif menyuarakan kesetaraan gaji untuk pesepakbola wanita. Pada 2016, ia pun turut dalam aksi demonstrasi antikekerasan polisi terhadap warga kulit hitam Amerika.
Adapun AS lolos ke final setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1. Pada partai puncak, Rapinoe cs akan menghadapi Belanda di Stadion Parc Olympique Lyonnais, Minggu (7/7) waktu setempat.


