Ketua PSSI Mochamad Iriawan, melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di kantor Kemenpora, Senin (4/11). Ini merupakan pertemuan pertama setelah mantan Kapolda Metro Jaya tersebut terpilih sebagai pemimpin federasi sepakbola nasional periode 2019-2023.
Iriawan datang bersama wakil ketua umum PSSI Cucu Somantri, anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Sonhadji, serta sekjen Ratu Tisha. Pertemuan tersebut berlangsung lebih kurang selama satu jam.
Satu di antara yang dibahas pada tatap muka tersebut adalah hasil dari kongres pemilihan PSSI yang digelar, 2 November 2019. Selain itu, persiapan menyuseskan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.
"Alhamdulillah meski baru pertemuan pertama pemerintah dan PSSI pahami apa yang menjadi tugasnya masing-masing. PSSI sebagai cabang olahraga yang berinduk ke FIFA mereka tahu apa yang dilakukan. Kami akan komunikasi terus apalagi untuk jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena waktunya sangat singkat," kata Zainudin usai pertemuan.
"Kami berpesan kepada ketum PSSI untuk berkomunikasi intens. Jangan lagi saling menunggu dengan hambatan-hambatan birokrasi kami sepakat untuk lakukan itu. Perintah dari Inpres [Instruksi presiden], selesaikan pembuatan roadmap sepakbola karena itu jadi hal harus diselesaikan segera pekerjaan rutin PSSI sebagai federasi sepakbola. Silakan jalankan program-program tapi waktu dekat persoalan juga harus segera diselesaikan," tambahnya.
Sementara Iriawan, menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, pemerintah sangat mendukung penuh semua program yang sudah dimiliki PSSI dan diminta setiap saat melakukan pembahasan dengan Kemenpora.
"Kami sudah berkoordinasi secara maksimal beliau [Zainudin] menyampaikan tidak usah terlalu formal di mana pun bertemu untuk berdiskusi. Mari sukseskan Piala Dunia yang baru pertama kali digelar di Indonesia," ucap Iriawan.
"Dari pemerintah dan PSSI harus bekerja sehingga semua kegiatan bisa sukses lancar dan berhasil. Presiden pesan jangan penyelenggaraan saja yang sukses tapi timnas Indonesia juga jangan hanya babak penyisihan grup saja," imbuhnya.
