Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, memastikan Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia tahun depan, tetap berjalan. Meski, perhelatan tersebut tidak masuk dalam kalender resmi AFC dan FIFA untuk 2021.
Tak masuknya Piala Dunia U-20 di kalender AFC dan FIFA, menimbulkan rumor perhelatan tersebut ditunda atau dibatalkan. Masyarakat Indonesia pun ramai membicarakan hal tersebut.
Namun, Iriawan mengatakan sampai sekarang belum ada pemberitahuan dari FIFA tentang Piala Dunia U-20 ditunda atau dibatalkan. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei sampai dengan 11 Juni 2021.
"Piala Dunia U-20 persiapan on the track dan sampai sekarang belum ada pengumuman resmi dari FIFA bahwa akan ditunda," kata Iriawan dalam diskusi virtual, Rabu (4/11).
"Memang ada rumor itu dan PSSI sudah mendengarnya, tapi tidak ada informasi dari FIFA. Kami tetap melakukan persiapan dan timnas Indonesia U-19 tetap dalam road map di mana bulan depan berangkat TC [pemusatan latihan]," Iriawan menambahkan.
Goal IndonesiaLebih lanjut, Iriawan menyampaikan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, harus dimaksimalkan. Oleh karena itu, ia berharap penyelenggaraan ajang tersebut bisa berjalan dengan sukses.
"Ini menjadi momen langka bagi setiap negara yang terpilih jadi tuan rumah, akan angkat pesepakbola. Jadi, ini momen kita supaya dikenal dunia," ucap sosok yang karib disapa Iwan Bule tersebut.
Panitia Piala Dunia U-20 sudah dibentuk dengan nama INAFOC. Banyak pihak yang dilibatkan di dalamnya mulai dari PSSI, 16 kementerian, enam kepala daerah setingkat gubernur, lima walikota, dan empat bupati, yang daerahnya dipakai untuk menggelar pertandingan Piala Dunia U-20.
Ada enam stadion yang dipilih untuk melangsungkan Piala Dunia U-20. Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).
Keenam stadion tersebut sudah mulai direnovasi. Meski FIFA sampai sekarang belum bisa berkunjung ke Indonesia untuk melihat tempat tersebut karena pandemi virus corona.
