Berita Live Scores
Piala Dunia

Tampil Buruk, Luis Milla Bela David De Gea

17.59 WIB 02/07/18
David de Gea España Rusia Spain Russia 01072018
Pelatih timnas Indonesia asal Spanyol ini menyampaikan pembelaan untuk David de Gea yang tampil kurang optimal di Piala Dunia 2018.

Ketersingkiran Spanyol di kaki Rusia pada laga babak 16 besar, Ahad (1/7) kemarin, menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2018.

La Furia Roja mengikuti jejak tim top lainnya seperti Jerman, Argentina, serta Portugal mengepak koper dini dari Rusia setelah kalah adu penalti menyusul hasil sama kuat 1-1 selama 120 menit dalam pertandingan di Luzhniki Stadium, Moskwa.

Yang juga mengejutkan adalah performa jeblok David de Gea selama turnamen. Digadang-gadang sebagai kiper terbaik dunia, bintang Manchester United ini malah tampil buruk di bawah mistar Spanyol.

Termasuk kontra Rusia, De Dea menghadapi total tujuh tembakan akurat selama partisipasinya di Piala Dunia kali ini. Enam di antaranya berujung gol! Adapun dalam adu penalti, empat penendang Rusia semuanya berhasil menaklukkan De Gea. Tak heran kalau mantan kiper Atletico Madrid ini jadi sasaran empuk kritik menyusul eliminasi Spanyol.

Namun, menurut pelatih timnas Indonesia asal Spanyol, Luis Milla, tanggung jawab tidak sepatutnya ditimpakan pada De Gea seorang. Milla menyampaikan pembelaan untuk eks anak asuh yang pernah dibimbingnya dalam skuat junior Spanyol tersebut.

"Sepakbola olahraga tim, tidak hanya satu pemain yang berada di lapangan. Semua pemain yang tampil berperan penting," tutur Milla dalam acara temu pers La Liga di Hotel Gran Melia Jakarta, Senin (2/7) ini.

"Sangat panjang bila harus menjelaskan kenapa Spanyol bisa gagal di Piala Dunia. Tapi dari kacamata saya sebagai seorang pelatih, saya ingin bilang bahwa De Gea sejatinya memiliki kondisi fisik sangat baik, waktu itu saya pernah melatihnya, saya tahu dia akan menjadi pemain besar."

"Mungkin kekurangannya adalah saat tiba di Piala Dunia ini kondisinya tidak maksimal. Wajar kalau kesalahan-kesalahan yang dilakukannya menjadi perdebatan, dan banyak orang bertanya 'mengapa, apa yang terjadi?'," tambahnya.

"Tapi dalam sepakbola dan olahraga lainnya hari baik dan hari buruk biasa terjadi. Kadang kala kita main bagus, tetapi lawan sedang berada di hari baiknya dan main lebih baik. Tapi saya merasa dalam sepakbola kita tidak boleh membebani satu pemain atas kesalahan tim."

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Indra Sjafri Pastikan Egy Main Di Piala AFF U-19 2018
2. Segitiga Transfer Alisson, Thibaut Courtois & Jan Oblak
3. Alasan Sampaoli Pilih Meza Ketimbang Dybala
4. Cristiano Ronaldo Tolak Kontrak Baru Real Madrid?
5. Parade Fans Cewek Cantik Di Piala Dunia 2018