Hassal Al ThawadiSC

Sekjen Komite Persiapan Optimistis Piala Dunia 2022 Qatar Bakal Satukan Dunia Pasca-Pandemi virus Corona

Stadion Education City adalah stadion ketiga yang telah rampung dibangun oleh Komite Persiapan menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar.

Meskipun dirongrong pandemi virus corona, target waktu penyelesaian pembangunan stadion yang terletak di ibukota Doha tersebut terhitung tepat waktu.

Sebelumnya, Qatar sudah memiliki stadion yang telah disiapkan lebih dulu, yakni Stadion Internasional Khalifa dan Stadion Al Janoub.

“Kami sangat bangga telah menyelesaikan pembangunan stadion terbaru kami. Rencana kami bisa berjalan lancar, meskipun terpapar pandemi,” ucap Sekjen Komite Persiapan Hassan Al Thawadi, Selasa (16/6).

“Stadion Education City adalah stadion ketiga kami untuk turnamen. Kami berharap akan menyelesaikan pembangunan dua stadion lagi pada akhir tahun ini.”

“Dalam banyak hal, saya percaya momen [Piala Dunia] Qatar 2022 akan menjadi lebih penting karena peristiwa baru-baru ini. Olahraga—khususnya sepakbola—memiliki potensi untuk menyatukan masyarakat dunia pasca-COVID-19.

“Sebagai tuan rumah Piala Dunia berikutnya, penyelesaian stadion lain akan sangat membantu untuk mengangkat semangat dan memberi kita semua sesuatu untuk dinanti,” tambahnya.

Education CIty Stadium

Dengan kapasitas 40 ribu tempat duduk, Stadion Education City terbilang mencolok dengan paduan warna-warni lampu pada malam hari. Tribune yang sangat dekat dengan lapangan pun akan memanjakan suporter dengan atmosfer berbeda.

“Saya bangga dengan cara semua staf kami beradaptasi dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah periode ujian bagi setiap orang,” tutur Al Thawadi.

“Piala Dunia Qatar tampak akan menjadi salah satu agenda global terbesar pada era pasca-COVID-19. Tidak diragukan, itu akan membawa tantangan. Tetapi pada saat yang sama, ini adalah kesempatan luar biasa untuk menyatukan dunia melalui hasrat bersama kita untuk sepakbola.”

“Piala Dunia ini istimewa—yang pertama di dunia Timur Tengah dan yang kedua di Asia—. Kini, ada harapan tamabahan dan kesempatan untuk memberikan kepada miliaran orang momen yang tidak terlupakan sekaligus pelipur lara,” kata dia.

Al Thawadi juga menambahkan, Piala Dunia Qatar diharapkan dapat menjadi kebanggaan bangsa Arab, mempersatukan Timur Tengah, sekaligus mengubah perspektif negatif publik dunia.

“Kita tahu bahwa olahraga itu unik, punya kekuatan menyatukan dan benar-benar melampaui batas. Itu salah satu alasan kami ingin membawa Piala Dunia ke Qatar,” ujar Al Thawadi.

“Kami ingin menunjukkan kecintaan kami pada sepakbola sambil memberi orang kesempatan untuk mengalami budaya baru.”

“Ini adalah sesuatu yang kami harap dapat berkontribusi untuk membongkar stereotip dan kesalahpahaman tentang negara dan wilayah kami,” pungkasnya.

Poin tersebut pun tercermin dalam logo Piala Dunia Qatar 2022 yang menampilkan modifikasi syal uniseks bergaya Arab dengan kombinasi warna putih dan corak merah tua. Logo membentuk angka delapan yang merupakan simbol tanpa batas dan sekilas menggambarkan representasi hati.

Iklan