Federasi sepakbola Korea Selatan (KFA) telah mengirimkan berkas terakhir untuk melengkapi persyaratan pencalonan tuan rumah Piala Asia 2023 menggantikan Tiongkok.
Seperti diketahui, Tiongkok mengundurkan diri sebagai tuam rumah dengan alasan pandemi COVID-19. Empat negara selanjutnya mengajukan diri untuk menggantikan Tiongkok, yakni Indonesia, Korsel, Qatar, dan Australia.
Namun Australia membatalkan pencalonan, karena lebih tertarik untuk menjadi tuan rumah Piala Asia Wanita 2026, sehingga kini tinggal menyisakan tiga negara saja. Perwakilan konfederasi sepakbola Asia (AFC) sebelumnya sudah mengunjungi Indonesia dan Korsel terkait venue yang akan digunakan.
AFC memberikan batas waktu hingga kemarin kepada ketiga calon tuan rumah untuk mengirimkan berkas sebelum batas waktu terakhir kemarin. Sedangkan pengumuman siapa yang berhak menjadi tuan rumah akan diumumkan pada 17 Oktober dalam rapat komite eksekutif (Exco) AFC.
Laman Yonhap mewartakan, KFA telah mengirim berkas penawaran kepada AFC yang beberapa di antaranya berisikan jaminan pemerintah dan kontrak penggunaan stadion pertandingan dan fasilitas latihan
KFA optimistis terpilih menjadi tuan rumah, karena menganggap Piala Asia 2023 menjadi jatah Asia Timur. Apalagi mereka tidak mempunyai agenda kegiatan pada musim panas tahun depan.
Di lain sisi, bagi Indonesia, jadwal Piala Asia 2023 berdekatan dengan agenda Piala Dunia U-20 2023. Situasi ini akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi Exco AFC dalam mengambil keputusan.
“Korsel menyakini turnamen ini harus digelar di Asia Timur pada 2023, mengingat pada 2019 telah berlangsung di Uni Emirat Arab,” demikian Yonhap mewartakan.
“Korsel bisa menjadi tuan rumah dengan menggelar turnamen empat tahun ini di musim panas. Sementara Qatar, karena cuaca musim panas yang terik, akan terpaksa memindahkan Piala Asia ke Januari 2024 jika terpilih sebagai tuan rumah.”
Demi mewujudkan ambisi itu, KFA telah melakukan lobi ke pemerintah sejumlah negara di kawasan Asia Tengah dan Timur. Mereka juga sudah meminta dukungan kepada Tiongkok dan Jepang.
