Enam orang dilaporkan tewas di luar stadion Stade d'Olembe di Yaounde, Senin (24/1) waktu setempat, dalam kerusuhan maut menjelang laga babak 16 besar Piala Afrika yang mempertemukan tim tuan rumah Kamerun dengan Komoros.
Pihak berwajib mengklarifikasi kepada GOAL bahwa peristiwa itu terjadi saat banyak penonton berebut menerobos masuk ke stadion ketika pihak kepolisian memindahkan pembatas di gerbang selatan stadion.
Fans yang berada di dekat pintu gerbang terinjak-injak oleh mereka yang berusaha menerobos masuk stadion.
Selain memakan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan setidaknya 40 orang terluka dan beberapa suporter masih dalam proses dilarikan ke rumah sakit dari pusat medis stadion pada pukul 23:30 waktu setempat — atau tiga setengah jam setelah sepak mula — sementara berbagai korban lain dirawat di ruang perawatan pemain.
"Beberapa orang yang terluka berada dalam kondisi putus asa," ujar Olinga Prudence, perawat di Rumah Sakit Messassi dikutip dari BBC.
"Kami harus mengevakuasi mereka ke rumah sakit khusus," imbuhnya.
Stade d'Olembe sejatinya berkapasitas 60.000, namun pantia penyelenggara menguranginya menjadi 80 persen saja (50.000) demi menaati protokol Covid-19.
Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) telah meluncurkan investigasi terkait tragedi ini.
"CAF menyadari insiden yang terjadi di Stade d'Olembe pada laga TotalEnergies Africa Cup of Nations antara tuan rumah Kamerun dengan Komoros malam ini, 24 Januari 2022," tulis badan pemerintahan sepakbola Afrika itu dalam sebuah pernyataan.
"CAF saat ini tengah menyelidiki situasinya dan berusaha untuk mendapatkan keterangan lebih rinci. Kami terus menjalin kontak dengan pemerintah Kamerun dan panitia penyelenggara lokal."
"Malam ini, presiden CAF Dr Patrice Motsepe mengutus sekretaris jenderal, Veron Mosengo-Omba, untuk mengunjungi korban di rumah sakit di Yaounde."
Gendarmeri setempat mengonfirmasi kepada GOAL bahwa tewasnya para korban terjadi saat suporter merangsek masuk ke stadion, dan menginjak-injak mereka yang tersungkur di depannya.
Jurnalis GOAL di lokasi menyaksikan tim medis Red Cross merawat pasien yang dipasangi mesin elektrokardiogram.
Seorang penonton remaja ditandu dari ruang medis pemain ke ambulans, sebelum dilarikan ke fasilitas medis terdekat.
"Ada kerusuhan (stampede) yang kita saksikan di mana-mana yang melibatkan kerumunan massa," ujar juru bicara pantia penyelenggara Piala Afrika, Abel Mbengue, kepada L'Equipe. "Kami masih menanti informasi yang dapat dipercaya terkait kondisi korban."
Pada akhirnya Kamerun mengalahkan Komoros 2-1 di laga tersebut untuk melaju ke perempat-final dan bakal melawan Gambia di Douala, 29 Januari nanti.
Tragedi ini terjadi kurang dari 48 jam setelah setidaknya 17 orang tewas dalam sebuah kebakaran kelab malam di Yaounde.


