Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
imago-sport-1082416137.jpgANP

Diterjemahkan oleh

Peter Bosz kena hujan kritik setelah Ajax vs PSV: "Pergi sana, pelatih"

Henk Spaan kembali memberikan penilaian di Het Parool. Setelah Ajax - PSV (1-3), ia menyoroti Ruben van Bommel dengan penilaian keras. Peter Bosz juga tak luput dari sasaran pengulas tersebut.

PSV memenangi big match pertama musim ini. Mereka unggul dengan sangat cepat lewat Ricardo Pepi, sebelum Tolu Arokodare menyamakan kedudukan. Penentu kemenangan dibuat Lutsharel Geertruida untuk mengubah skor menjadi 1-2. Esmir Bajraktarevic memastikan gol penutup pada masa injury time.

Duel ini pada akhirnya dibayangi oleh pelanggaran keras Van Bommel terhadap bek Ajax Aaron Bouwman, yang mengalami memar paru-paru dan memar tulang dada akibat insiden tersebut.

"Van Bommel duduk 'terpukul di ruang ganti', Bouwman harus pergi dengan kondisi terpukul ke rumah sakit," demikian judul ulasan Spaan di Het Parool. "Bagaimana seorang pesepak bola mampu mengubah kenangan akan pertandingan yang luar biasa menjadi abu, lalu menebarkannya di lapangan ArenA."

Spaan memberi nilai 4 kepada winger PSV itu atas penampilannya dalam laga tersebut. Jurnalis olahraga berusia 77 tahun itu merujuk pada ayahnya, Mark van Bommel, sebagai seorang sinis yang lebih dulu melihat sekeliling sebelum melayangkan sikutan. Ia merujuk pada semifinal Piala Dunia Uruguay – Belanda (2-3), saat Walter Gargano menjadi korbannya.

"Di final, ia berhasil memancing Iniesta melakukan aksi balas dendam yang atipikal. Apa yang dilakukan Ruben tidak banyak berkaitan dengan sepak bola hasil yang sinis," tulis Spaan, yang juga mengkritik wawancara Bosz setelah pertandingan yang dimenangi itu.

"Bosz kembali berperan sebagai pastor kampung dengan analisis yang menenangkan: 'Dia ingin melindungi dirinya sendiri'. Enyahlah sana, pelatih. Sekringnya putus akibat korsleting di kepala."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google