Penyerang Paris Saint-Germain Neymar sepertinya harus mengurangi intensitas berpestanya setelah tetangga di sekitar kediamannya di kawasan Bougival mengeluhkan suara bising hingga larut malam.
Neymar selama ini dikenal sering menggelar pesta. Saat PSG menghadapi Toulouse pada 4 Februari, Neymar tidak tampil di pertandingan itu. Pemain asal Brasil ini justru menggelar pesta dari siang hingga tengah malam suntuk dengan suara musik yang kencang.
Hal serupa dilakukan Neymar sehari kemudian ketika ia merayakan ulang tahun ke-31. Tingkah laku Neymar ini membuat kesal tetangganya yang tak lain wali kota Bougival, Luc Watelle.
Watelle mengungkapkan, Neymar kerap menggelar pesta yang tidak hanya mengganggu dirinya, tetapi juga lingkungan sekitar. Menurut Watelle, denda €135 tidak akan memberikan efek jera bagi Neymar, mengingat gaji yang diterima sang pemain mencapapai €36 juta, atau sekitar Rp582 miliar, tiap musimnya.
“Ney sudah sering mengadakan pesta besar yang berlangsung hingga pukul 5 pagi untuk merayakan gelar PSG Mei lalu. Dia warga yang tidak sopan dengan penduduk lain. Pestanya bukan hanya kebisingan, tapi sudah sangat mengganggu,” cetus Watelle dikutip laman RMC Sport.
“Tetapi apa yang bisa Anda lakukan kepada seseorang yang tidak terlalu peduli untuk membayar denda 135 euro, mengingat apa yang dia peroleh? Pada titik tertentu, kami akan mengirimkan keluhan ke pengadilan jika masalah ketertiban umum ini terulang lagi.”
Kegemaran menggelar pesta sudah dilakukan Neymar sejak memperkuat Barcelona. Kebiasaan itu tidak berubah ketika hijrah ke PSG. Pada tahun 2019, saat cedera kaki, ia sempat menggelar pesta meriah di Paviliun Gabriel, dekat Champs-Elysees.
Saat itu Neymar mengundang rekan setimnya serta pesohor dan kalangan jetset, seperti Bob Sinclar dan Cathy Guetta. Selepas itu, Neymar tidak menggelar pesta besar-besaran yang tidak terlalu mencolok, tapi tidak dijamin tak ada kebisingan.


