Jamiro Monteiro kini menjadi pemain NEC. Hal ini diumumkan oleh klub asal Nijmegen tersebut melalui saluran resmi mereka. Gelandang berusia 32 tahun itu sebelumnya tidak terikat kontrak setelah kontraknya di PEC Zwolle berakhir. Monteiro menandatangani kontrak di Nijmegen hingga pertengahan 2028.
“Jamiro membawa banyak pengalaman, baik dari Eredivisie maupun dari luar negeri dan di level internasional,” kata Carlos Aalbers, direktur teknis NEC. “Dia bermain dengan intensitas tinggi dan karena itu sangat cocok dengan gaya permainan NEC.”
Sebelumnya pada hari Senin, jurnalis Mounir Boualin telah melaporkan bahwa NEC hampir mencapai kesepakatan dengan Monteiro. Kini, kesepakatan dengan gelandang tersebut telah resmi tercapai, dan ia akan mengenakan nomor punggung 35.
Monteiro yang lahir di Rotterdam pernah membela PEC selama dua musim. Selama periode tersebut, ia tampil dalam 52 pertandingan, dengan mencetak lima gol dan memberikan lima assist.
Gelandang yang diincar NEC ini sebelumnya juga pernah bermain untuk SC Cambuur, Heracles Almelo, FC Metz, Philadelphia Union, San Jose Earthquakes, dan Gaziantepspor.
Monteiro menarik perhatian di Piala Dunia setelah membawa Cape Verde mencapai babak 16 besar. Gelandang ini menjadi starter saat melawan Spanyol (0-0), Uruguay (2-2), Arab Saudi (0-0), dan Argentina (kalah 3-2). Tim Argentina membutuhkan perpanjangan waktu untuk lolos ke babak perempat final.
NEC sebelumnya telah memperkuat skuadnya dengan mendatangkan Perr Schuurs, Kaj Sierhuis, Adam Tahaui, dan Tobias Storm. Di sisi lain, Kodai Sano justru akan meninggalkan NEC musim panas ini: ia akan bergabung dengan TSG Hoffenheim.
