Timnas Indonesia U-22 terus menggeber persiapan jelang berlaga pada turnamen di Tiongkok, 9-13 Oktober 2019. Materi latihan yang diberikan kali ini adalah mengasah ketajaman lini depan.
Menurut pelatih Indra Sjafri, timnya sudah baik dalam bertahan. Maka dari itu, sekarang fokus utama timnas Indonesia U-22, mempertajam penyerangan agar setiap peluang yang ada bisa menjadi gol.
"Dua hari yang lalu kami fokus membenahi pertahanan dan sekarang itu sudah berjalan dengan baik, sekarang kami coba fokus kepada penyerangan," kata Indra dikutip dari laman PSSI.
Selain itu, Indra menyebutkan membangun tim yang kuat butuh proses yang panjang. Sistem serangan, bertahan, dan trasisi pemain harus benar-benar bisa berjalan secara maksimal.
"Membuat Timnas itu tidak semudah yang dipikirkan, jadi ada prosesnya untuk bisa sampai puncak. Jadi saya harus terus perbaiki apa yang ada dalam tim ini," ujarnya.
Saat ini ada 30 pemain yang mengikuti pemusatan latihan yang digelar sejak beberapa pekan lalu. Akan tetapi, hanya 26 nama saja yang mana dua antaranya merupakan sosok senior yang diboyong untuk turnamen tersebut.
“Pada turnamen itu, kita mau cari komposisi terbaik untuk dibawa ke SEA Games. Dari pemain terbaik di turnamen ini akan kita gunakan karena ada pemain yang minim laga internasional, mungkin bagus di liga tapi belum terlihat jadi kita gunakan itu," ucapnya.
“Jarak pertandingan di China memang padat, tapi tak masalah karena pemain sudah terbiasa. Apalagi di SEA Games lebih padat. Saya selalu bicara sama pemain jangan sampai masalah yang mengatur kita, tapi kita yang mengatur masalah," imbuhnya.
