Kantor PSSIMuhammad Ridwan

Persita Tangerang Siap Beberkan Alasan Potong Gaji 90 Persen Kepada PSSI

Persita Tangerang siap berdiskusi dengan PSSI terkait keputusan menggaji 10 persen pemain dan ofisial selama kompetisi force majeure. Mereka bakal menjelaskan alasannya kepada federasi sepakbola nasional tersebut.

PSSI memutuskan kompetisi force majeure dari Maret hingga Juni mendatang, karena pandemi virus corona. Selama periode tersebut klub diizinkan maksimal membayar pemain dan ofisial 25 persen dari nilai kontrak tertera.

Namun, Persita memutuskan membayar pemain dan ofisial secara penuh pada Maret 2020. Sedangkan, untuk bulan April sampai dengan Juni, manajemen Pendekar Cisadane, memangkas 90 persen upah mereka.

Kebijakan yang diambil Persita tersebut dipertanyakan PSSI. Mengingat, mayoritas kontestan Liga 1, hanya memangkas gaji pemain dan ofisial sebesar 75 persen saja.

"Sampai sekarang PSSI belum menghubungi kami terkait dengan pembayaran gaji yang kami lakukan kepada pemain yang hanya 10 persen tersebut," kata manajer Pesita I Nyoman Suryanthara.

"Tapi nantinya jika memang kami dihubungi, kami akan jelaskan secara detail mengapa kami hanya mampu membayar pemain 10 persen. Tidak akan ada yang kami tutup-tutupi untuk masalah ini," Nyoman menambahkan.

Dijadwalkan Liga 1 dan 2 kembali bergulir pada Juli mendatang, dengan catatan situasi sudah membaik. Namun bila pemerintah menambah masa tanggap darurat, yang berakhir pada 29 Mei 2020, karena virus corona masih tak terkendali, kompetisi musim ini dibatalkan.

Iklan
0