Persita Tangerang berhasil menghentikan rekor sempurna Borneo FC di kandang setelah memaksa Pesut Etam bermain imbang 2-2 di Stadion Segiri, Jumat (9/9) malam WIB, pada matchday kesembilan Liga 1 2022/23.
Pada lima laga kandang sebelumnya, Borneo FC selalu mengemas tiga angka. Kegagalan mendulang poin penuh membuat Borneo FC gagal menempel Madura United yang berada di puncak. Tim besutan Milomir Seslija itu kini mengumpulkan nilai 19, berselisih tiga poin dengan Madura United. Sedangkan Persita tidak beranjak dari peringkat enam dengan koleksi 16 poin.
Borneo FC yang bermain di hadapan pendukungnya sudah membuka keunggulan ketika laga baru berjalan tiga menit. Serangan balik cepat Terens Puhiri dilanjutkan dengan umpan ke depan gawang yang didorong dada Matheus Pato untuk menjebol gawang Dhika Bayangkara.
Menjelang babak pertama berakhir, Persita mampu menyamakan kedudukan melalui tandukan Ramiro Fergonzi memanfaatkan bola liar yang membentur Kei Hirose, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Borneo FC yang merasa kecolongan, langsung tancap gas di awal babak kedua. Upaya mereka untuk mengungguli tamunya membuahkan hasil pada menit ke-50 melalui sepakan Terens Puhiri menyambut umpan Stefano Lilipaly.
Hanya saja, keunggulan Borneo FC tidak bertahan lama. Selang enam menit kemudian, Persita kembali menyamakan kedudukan melalui tendangan Elisa Basna menuntaskan umpan Ezequiel Vidal. Skor imbang 2-2 ini bertahan hingga laga usai.
Sementara pada pertandingan yang berlangsung sore hari, PSIS Semarang menghentikan paceklik kemenangan setelah menundukkan Persikabo 1973 dengan skor 3-2 di Stadion Jatidiri.
Riyan Ardiansyah menjadi bintang kemenangan PSIS melalui hat-trick yang diciptakannya pada menit ke-15, 18, dan 53. Hasil itu menempatkan PSIS di peringkat kesembilan klasemen sementara usai mengoleksi 11 poin.
Sedangkan bagi Persikabo, kekalahan dari PSIS membuat mereka gagal melanjutkan momen kebangkitan. Sebelum menundukkan Borneo FC, Persikabo secara beruntun mendapatkan satu imbang dan tiga kekalahan.
Dua gol Persikabo dilesakkan Yandi Sofyan tiga menit sebelum babak pertama berakhir, serta Agung Mulyadi di injury time. Posisi Laskar Pajajaran pun tidak mengalami perubahan, dan tetap berada di peringkat ketujuh dengan nilai 13.
