Persita Tangerang, belum mau melakukan persiapan untuk bermain di turnamen pramusim. Rencananya, ajang tersebut dilangsungkan pada bulan depan.
Skuad Persita bakal dikumpulkan bila izin dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sudah keluar. Sampai sekarang PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), sedang berupaya mendapatkannya.
Tanpa adanya izin tersebut rencana PSSI dan PT LIB melangsungkan turnamen pramusim tidak bisa terlaksana. Maka dari itu, Persita lebih memilih memerintahkan seluruh pemainnya berlatih di kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya.
"Kalau memang turnamen itu ada pasti sangat positif untuk kami. Sementara untuk bicara persiapan sendiri, kami belum melakukan persiapan juga seperti mengumpulkan pemain dan pelatih," kata manajer Persita I Nyoman Suryanthara, saat dihubungi awak media.
"Ini karena kami masih menunggu kepastian, benar atau tidaknya pramusim ini akan diadakan. Karena sejauh ini belum ada kabar pasti soal izin yang terkait dengan kompetisi," Nyoman menambahkan.
Goal IndonesiaTurnamen pramusim tersebut bakal dilangsungkan di empat kota yaitu Solo, Semarang, Magelang, dan Sleman. Rencananya ajang itu dimulai pada 20 Maret hingga 25 April mendatang.
Adapun turnamen pramusim tersebut akan diikuti oleh 20 kontestan. Semua klub Liga 1 diajak berpartisipasi, tapi hanya dua klub Liga 2 yang masuk rencana, yakni PSMS Medan dan Sriwijaya FC.
"Memang idealnya itu, jika memang pramusim diadakan saya harap PSSI atau PT LIB bisa mendapatkan izin satu bulan sebelum pramusim dimulai. Dengan begitu kita bisa mempersiapkan tim dengan cukup baik," ujarnya.
Selain untuk persiapan klub, turnamen pramusim dijadikan PSSI dan PT LIB, gambaran bergulirnya kompetisi musim 2021. Protokol kesehatan ketat bakal diterapkan selama ajang ini berlangsung.
Bukan itu saja, PSSI dan PT LIB juga memutuskan turnamen pramusim dilaksanakan tanpa penonton. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus corona yang belum berhenti.
Sebelumnya PSSI dan PT LIB sudah melakukan pertandingan simulasi. Seluruh kegiatan di laga tersebut direkam yang kemudian disebar ke klub untuk acuan dalam penerapan protokol kesehatan ketika bertanding.


