Jacksen Tiago - PersipuraAbi Yazid

Persipura Jayapura Diburu Waktu Matangkan Pemain Muda Untuk Piala AFC

Arsitek Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengaku jajaran pelatih kini diburu waktu untuk mematangkan pemain muda agar mereka siap bertarung saat fase grup Piala AFC 2021 digulirkan akhir Juni.

Berbeda dibandingkan musim sebelumnya, Persipura kali ini lebih banyak dihuni pemain muda yang miskin pengalaman. Pemusatan latihan (TC) di kawasan agrowisata, Batu, dijadikan kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas pemain muda ini.

Jacksen mengutarakan, saat ini ia hanya bisa memberikan gambaran mengenai situasi pertandingan di Piala AFC, mengingat para pemain muda tersebut belum memiliki pengalaman cukup bertanding di sebuah kompetisi.

Menurut Jacksen, ia tidak ingin pemain muda ini hanya sekadar bermain sepakbola. Mereka perlu pemahaman tentang cara bermain, apalagi di kompetisi selevel Piala AFC. Jika itu dapat dilakukan, ia yakin Persipura bisa berbicara banyak.

“Saya orang yang positif dalam semua hal yang saya kerjakan. Tapi saya sadar saya harus kerja keras untuk mengejar waktu, karena faktor kompetisi yang tidak berjalan selama satu tahun, sehingga kami tidak bisa melakukan percobaan awal untuk masuk ke Piala AFC,” papar Jacksen melalui kanal YouTube resmi klub.

“Mereka langsung masuk ke Piala AFC, dan ini sebuah langkah yang terlalu jauh. Butuh kesabaran dan kerja keras supaya mereka bisa menemukan level permainan yang kami inginkan. Bagaimana pun juga, mereka pemain muda yang masih labil.”

“Kalau kami terus menerus mengulangi materi latihan, saya yakin anak-anak ini punya potensi untuk membantu level Piala AFC nanti, meski dari aspek pengalaman kalah jauh dari pemain muda yang lain sudah cukup lama seperti Riky [Kayame], [Ferinando] Pahabol, Gunansar [Mandowen], Todd Ferre.”

Jacksen menambahkan, perkembangan pemain muda saat ini cukup bagus, meski mereka masih membutuhkan pemahaman permainan sepakbola secara mendetail.

“Kami mencoba menjelaskan kepada mereka bagaimana kami ingin bermain sepakbola sederhana. Tapi permainan sederhana itu terkadang sulit untuk dilakukan, karena tidak membaca, melihat, dan mempelajari apa yang sedang terjadi,” imbuh Jacksen.

“Saya mau pemain benar-benar bisa memahami bagaimana bermain bola dalam level Piala AFC. Saya tidak mau mereka sekadar bermain bola. Kami ingin mereka bertransisi dari level [kompetisi] yang muda, tempa pengalaman di Liga Indonesia, dan langsung ke Piala AFC.”

Iklan
0