Tim Persipura JayapuraGoal / Abi Yazid

Persipura Jayapura Desak PT LIB Segera Selesaikan Tunggakkan


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN

Persipura Jayapura menuntut PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera membayarkan kekurangan subsidinya. Ini karena Mutiara Hitam merasa tunggakkan tersebut sudah terlalu lama tak diberikan.

Kompetisi Liga 1, sudah berakhir sebulan lebih. Akan tetapi, PT LIB masih belum juga mampu membayarkan hak yang dimiliki seluruh kontestan kasta teratas sepakbola Tanah Air tersebut.

Pada sebelum bergulirnya Liga 1, PT LIB berjanji memberikan subsidi Rp7,5 miliar kepada setiap klub. Namun, kabarnya mereka baru mengasih Rp6 miliar saja atau masih utang Rp1,5 miliar. 

Mandeknya uang sponsor menjadi penyebab PT LIB belum menyelesaikan kewajibannya tersebut. Mereka berjanji bakal segera melunasi utangnya bila uang dari sponsor sudah cair.

"Kami memohon kiranya hal ini bisa segera diselesaikan oleh LIB, saya rasa semua tim sangat berharap agar bisa mendapatkan kepastian dalam waktu dekat. 90 persen pemain kami akan merayakan Hari Raya Natal, sementara pemain lainnya juga ingin berlibur dengan keluarga sehingga sangat membutuhkan dana, jadi kami sangat bermohon kiranya bisa segera terbayarkan," kata sekretaris umum Persipura Rocky Bebena.

"Kami hargai penjelasan LIB kepada Exco PSSI terkait tertundanya pembayaran tersebut, tetapi sampai kapan kami harus menunggu kepastian pembayarannya, sekali lagi kami memohon semoga dalam waktu dekat bisa terbayarkan dan kami bisa selesaikan tanggung jawab kami ke pemain."

"Kami yakin dan percaya LIB akan tuntaskan persoalan ini, hanya saja kami berharap tidak dalam waktu yang lama, karena kami dan pemain saat ini punya kebutuhan yang mendesak sekali," tambahnya.

Tak hanya itu, Rocky menuturkan operator kompetisi tersebut harus membayarkan hak siar kepada semua klub. Mengingat, itu merupakan tanggung jawab yang tak boleh sampai dilupakan.

"Selain subsidi kan ada juga hak klub dari hak siar melalui TV Rating, nah ini juga kami harapkan bisa segera terbayarkan, jangan sampai ini terkatung-katung seperti saat TSC 2016 lalu yang akhirnya tidak terbayarkan sama sekali, padahal itu kan hak klub dan anggaran itu sangat kami butuhkan."

Iklan
0