Ferry Paulus - Persija JakartaMedia Persija

Persija Jakarta Siap Lepas Pemain Mereka Ke Klub Luar Negeri

Liga 1 2020 bakal digulirkan kembali pada Februari tahun depan, namun hal tersebut masih sebatas rencana dan belum bisa dipastikan. Setidaknya, belum ada informasi lebih lanjut dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau PSSI.

Hal ini yang menjadi dasar untuk para pemain Indonesia mencari cara untuk bermain di kompetisi luar negeri. Bagaimana pun, para pemain membutuhkan kompetisi untuk mengasah dan menjaga kemampuan mereka, selain untuk bekerja.

Persija Jakarta punya banyak pemain yang dikabarkan mendapat perhatian dari klub luar negeri. Mereka seperti Evan Dimas, Ryuji Utomo, Rezaldi Hehanussa, hingga gelandan naturalisasi berdarah Belanda, Marc Anthony Klok.

Tim ibu kota ingin mempertahankan mereka, namun melihat situasi sepakbola Indonesia yang belum menentu, pihak klub tidak mau egois menahan pemain jika memang ada cara terbaik yang bisa diambil semua pihak.

"Persija juga haru realistis. Pertama kaitannya dengan kick-off pada bulan Februari, Persija sendiri belum terlalu yakin apakah itu akan betul-betul bisa dilanjutkan," ungkap Ferry Paulus, direktur olahraga Persija, ketika ditemui di kawasan Senayan.

"Jika betul itu memang kick-off tentunya kami akan tahan pemain-pemain yang diincar itu," imbuh sosok yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.

Evan Dimas - PersijaPersija Jakarta

Kepastian kompetisi dibutuhkan sesegera mungkin, karena pemain tidak bisa pindah ke negara lain jika saja bursa perekrutan pemain mereka ditutup. Hal ini juga yang jadi pemikiran Persija untuk tidak terlalu menahan pemain selagi ada jalan tengah.

"Ada kendala lain kaitannya dengan penutupan pendaftaran pemain di beberapa liga ASEAN yang rata-rata mereka awal Februari, sementara jika kami nanti menunggu ya bahaya sekali buat pemain," beber Ferry.

"Jadi Persija realistis melihat kondisi itu meski pemain itu masih ada terikat kontrak atau yang sudah habis kontraknya tahun ini ya tetap kami memberikan keleluasaan kepada semua pemain win-win solution terutama untuk kepentingan dapurnya pemain sendiri," tutup dia.

Pemain Indonesia banyak dilirik liga kawasan Asia Tenggara karena mereka sudah menetapkan kuota untuk pemain asing dari negara Asia Tenggara. Seperti Malaysia dan Thailand, yang telah menerapkannya beberapa musim ini.

Iklan
0