Manajemen Persija Jakarta memastikan bek sayap Alfath Faathier tidak akan memperkuat tim Macan Kemayoran di Liga 1 2021/22 dengan melepas sang pemain ke klub Liga 2, Persis Solo.
Keputusan itu membuat Alfath menjadi pemain ketiga Persija yang dilepas ke Persis. Sebelumnya, Sandi Sute dan Heri Susanto telah terlebih dulu bergabung dengan klub milik putra Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, tersebut.
Presiden klub Mohamad Prapanca mengatakan, pelepasan Alfath ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mantan penggawa Madura United itu mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Sejak direkrut dari Madura United pada tahun lalu, Alfath belum dimainkan dalam dua pertandingan Persija. Ia baru dimainkan untuk membantu Persija meraih gelar juara di turnamen pramusim Piala Menpora 2021.
Prapanca mengucapkan terima kasih atas kontribusi Alfath selama memperkuat Persija. Ia pun mendoakan pemain 25 tahun ini meraih kesuksesan di babak baru karirnya bersama Persis.
“Persaingan di tim Persija saat ini cukup ketat, sehingga melepas Alfath adalah keputusan terbaik agar dia punya menit bermain lebih banyak. Kami berharap Alfath dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik ke depannya,” kata Prapanca dikutip laman resmi klub.
Alfath sebelumnya sempat diberi sanksi selama dua bulan oleh Persija, karena terlibat dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Ratu Rizky Nabila, yang berujung tuntutan cerai.
Bukan itu saja. Ratu juga melayangkan surat laporan ke kepolisian pada 30 Desember 2020. Ratu dalam keterangannya menyebutkan Alfath mencekik dirinya saat ia sedang hamil.
Sementara itu, pemain muda Adrianus Dwiki Arya Poernomo berharap mendapat kesempatan bermain lebih banyak di Persija pada musim ini. Dwiki Arya kembali ke Persija setelah dipinjamkan ke Persela Lamongan saat Piala Menpora.
Dwiki Arya mengatakan, masa peminjaman ke Persela telah membuat dirinya mendapatkan pengalaman berharga, sehingga itu dianggap bisa menjadi modal untuk menembus ke skuad inti Persija di musim ini.
“Semoga nanti saya bisa mendapatkan menit bermain dan membantu tim. Menit bermain di Persela membuat saya belajar banyak, terutama soal mental,” ujar Dwiki Arya.
“Saya semakin tahu bagaimana harus merespons saat ditekan kala berada di lapangan. Saya akan terus belajar dan bekerja keras. Semoga hal tersebut bisa membantu Persija juara.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!




