Persija JakartaPersija

Persija Jakarta Berburu Pemain, Makan Konate Dikabarkan Masuk Bidikan

Persija Jakarta dirumorkan mengincar Makan Konate, untuk didatangkan pada bursa transfer tengah musim ini. Sosok asal Mali tersebut dinilai pemain yang cocok memperkuat Macan Kemayoran.

Terkait isu yang beredar tersebut direktur Persija Ferry Paulus, memberikan jawaban mengambang. Ia tidak mengiyakan atau membantah pihaknya bakal merekrut Konate.

"Bagus lah. Tunggu tanggal mainnya saja,” kata pria yang familier disapa FP tersebut kepada awak media.

Kans Persija menggaet Konate terbuka lebar. Hal tersebut karena pesepakbola berusia 30 tahun itu dikabarkan tidak memperpanjang kontraknya di klub Malaysia Terengganu FC.

Selama berseragam Terengganu FC, Konate tampil impresif. Ia mampu mengukir enam assist dan satu gol dari 20 pertandingan yang dimainkannya.

Ditanya lebih lanjut soal perekrutan Konate, Ferry kembali enggan mengasih jawaban yang pasti. Menurutnya, masalah mengontrak pemain di luar dari kewenangannya.

"Coba tanyakan langsung sama yang berinteraksi, saya tidak berinteraksi. Saya juga bacanya [soal Konate] di media sosial," ucapnya.

Kendati demikian, Ferry menjamin Persija bakal belanja pemain di bursa transfer. Langkah tersebut dilakukan untuk menambah kekuatan pasukan Angelo Alessio, dalam mengarungi Liga 1 2021/22.

Adapun bursa transfer tengah musim bakal dibuka pada 15 Desember sampai 12 Januari 2022. Semua klub Liga 1 diiizinkan mendatang pemain baru baik lokal maupun asing.

Sejauh ini Persija, menunjukkan permain yang tidak konsisten. Dalam 14 pertandingan yang dimainkan, klub asal ibu kota tersebut memetik empat kemenangan, enam imbang, dan empat kekalahan.

"Mereka sudah melakukan beberapa kali evaluasi. Nantinya, evaluasi final saat bursa transfer dibuka. Sehingga itu menjadi momentum untuk menambah pemain. Kami sudah bidik banyak pemain, bahkan sudah dikomunikasikan lokal dan asing," ujarnya.

"Pemain asing pasti juga dievaluasi jika melihat kondisi saat ini. Ini gambaran beberapa pekan terakhir. Saya tidak tahu nantinya seperti apa. Presiden dan manajer klub yang jauh lebih punya wewenang untuk melihat kedalaman tim, termasuk evaluasi yang sudah dilakukan," ia menambahkan.

Iklan