Manajemen Persib Bandung menegaskan tetap menaruh kepercayaan kepada Robert Rene Alberts untuk menukangi Pangeran Biru, mengingat posisi mereka masih berada di jalur juara Liga 1 2021/22.
Belakangan ini tidak sedikit Bobotoh mengampanyekan Tagar Robert Out, menyusul hasil yang diraih Persib kala menghadapi rival maupun pesaing memperebutkan juara. Meski Persija Jakarta berada di papan tengah, kekalahan di putaran pertama dianggap menyesakkan.
Selain itu, Persib tidak berdaya ketika menghadapi tim di lima besar klasemen sementara. Mereka dipaksa menelan kekalahan dari Arema FC, Persebaya Surabaya, dan Bali United. Hanya Bhayangkara FC saja yang mampu mereka taklukkan.
Kehadiran pemain baru di putaran kedua, seperti David da Silva dan Bruno Cantanhede juga dianggap tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa Persib.
Direktur Persib Teddy Tjahjono mengutarakan, sejauh ini manajemen menganggap kinerja Robert Alberts masih bagus. Menurutnya, peringkat tiga klasemen sementara masih berada di jalur juara.
“Sampai 20 pertandingan, kinerja Robert masih baik, dan kami masih berada di trek juara. Karena tim Persib masih di trek juara, dan masih berpeluang besar jadi juara, kita harus dukung tim ini dengan positif,” tegas Teddy dikutip laman Simamaung.
“Evaluasi terus-terusan dilakukan di setiap pertandingan. Tentang kedatangan dua pemain asing baru, mereka baru latihan dua hari sebelum pertandingan [debut], masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan skema permainan, dengan teman-teman di Persib.”
“Kembali lagi, kita semua harus bicara sesuai fakta. Pertanyaan dari saya: apakah teman-teman yang bicara ini sudah lihat fakta atau belum? Sebenarnya, supaya bijaksana, sebelum mengutarakan sesuatu harus tahu apa yang dibicarakan.”
“Kami masih berada di jalur juara, beda tiga poin dari peringkat pertama. Perjuangan kami masih panjang. Sebaiknya didukung secara positif, karena kami masih berada di trek juara, punya harapan besar juara.”
Sebelumnya Robert Alberts menyinggung kebijakan sebagian besar klub Liga 1 musim ini yang mudah memecat pelatih. Robert Alberts menilai pemecatan itu disebabkan target tidak realistis yang diapungkan klub. Selain Persib, hanya lima klub yang masih mempertahankan pelatih, yakni Bhayangkara FC, Persebaya, Arema, Bali United, dan Persita Tangerang.
“Anda harus realiastis, Anda harus profesional dalam melakukan pendekatan (target). Ini seperti rekor dunia, karena ada sangat banyak melakukan pergantian pelatih,” imbuh Robert Alberts.


