OLEH DONNY AFRONI & PANDU PERSADA
Kewajiban mereaih kemenangan di laga pamungkas Grup A melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (26/1), tidak membuat Persib Bandung berada dalam tekanan.
Selain hasil akhir melawan PSM, nasib Persib juga bergantung kepada duel antara Sriwijaya FC dan PSMS. Bila kedua tim bermain imbang, dan Persib kalah, Maung Bandung dipastikan tersingkir. Jika Sriwijaya FC takluk, Persib hanya membutuhkan hasil imbang.
Persib memiliki keuntungan, mengingat pertandingan mereka berlangsung setelah duel Sriwijaya FC kontra PSMS. Tentunya bobotoh menaruh harapan tinggi Persib bisa mendulang kemenangan di laga pamungkas grup. Namun pelatih Mario Gomez tidak menjadikan itu sebagai beban.
“Tidak ada beban, karena ini tim besar, dukungan suporter yang begitu besar, dan pemain kami memiliki karakter. Dengan karakter ini pemain tidak akan merasa tertekan. Justru, tekanan itu untuk tim lawan, bukan untuk kami,” tegas Gomez dilansir laman resmi klub.
“Atmosfer pertandingan sebesar itu harus bisa diserap pemain, karena itu bukan untuk melawan, tapi menjadi energi bagi kami. Antara melawan dan energi, itu jelas dua hal yang berbeda.”
Sementara itu, asisten pelatih Herrie Setyawan mengatakan, penggawa Persib harus bekerja ekstra keras agar lolos ke perempat-final. Jajaran pelatih terus menggeber penyelesaian akhir yang selama ini menjadi kendala tim.
“Pastinya kami akan berusaha semaksimal mungkin di pertandingan terakhir nanti. Kalau kami ingin lolos, saya tekankan kepada pemain untuk bekerja keras,” kata Herrie.
“Di dalam latihan kami sudah asah dalam penyelesaian akhir. Pelatih Gomez juga set pemain dalam hal penguasaan bola. Kami juga buat pemain memahami bagaimana bola itu harus bisa diselesaikan dengan beberapa sentuhan agar bisa menjadi gol. Lalu di akhir pemain satu lawan satu dengan penjaga gawang,” bebernya. (gk-68)

