OLEH DONNY AFRONI & PANDU PERSADA
Jajaran pelatih dan pemain Persib Bandung berharap Stadion Si Jalak Harupat dipadati bobotoh saat menjamu Barito Putera, Senin (9/10) malam WIB, pada laga pekan ke-28 Liga 1 2017.
Bobotoh mulai gerah dengan kegagalan Persib mendulang angka penuh di tiga laga kandang beruntun. Bahkan jumlah penonton mengalami penyusutan dibandingkan sebelumnya. Bukan itu saja. Belakangan muncul tagar #kosongkanstadion di media sosial sebagai kekecewaan terhadap manejemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
“Kami berharap bobotoh datang mendukung kami langsung di stadion, dan memberikan motivasi kepada pemain. Dukung kami di luar maupun di dalam. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ujar asisten pelatih Herrie Setyawan.
Hal senada disampaikan Supardi Nasir. Bek Persib ini meyakini bobotoh akan sepenuh hati memberikan dukungan. Namun Supardi mengakui tidak bisa memaksa fans memenuhi stadion.
“Saya yakin bobotoh masih punya hati nurani untuk selalu mendukung tim ini. Adapun oknum yang tidak mendukung, kami lepas tangan, kami enggak bisa apa-apa. Mereka punya hak untuk tidak datang, tapi harapan pemain pastinya kehadiran mereka,” kata Supardi.
“Sebenarnya kami tidak mengharapkan bobotoh menurun animonya untuk mendukung kami, apalagi ketika kami sedang dalam prestasi yang tidak bagus. Mudah-mudahan antusias bobotoh enggak menurun. Kami butuh bobotoh bagaimanapun keadaan tim sekarang.”
Sementara itu, terkait persiapan menghadapi Barito Putera, Herrie menyatakan, Persib menaruh kewaspadaan terhadap pergerakan Rizky Pora yang telah mencetak delapan gol, dan lima assist.
“Key player di Barito Putera ada di Rizky Pora. Saya sudah punya gambaran build-up serangan mereka, kekuatan dan kekurangan mereka. Di Barito Putera juga ada tambahan pemain baru stiker dari Brasil, tapi kami sudah antisipasi,” jelas Herrie.
“Intensitas latihan sudah kami turunkan dari yang kemarin 70-80 sekarang menjadi 60 persen, tapi tetap ada di set game. Alhamdulillah semua pemain bisa mengerti apa yang akan kami terapkan untuk melawan Barito Putera.” (gk-68)

