Asian Games 2014 di Incheon menjadi salah satu momen terbaik yang pernah dilewati timnas sepakbola putra Indonesia U-23. Diperkuat tiga pemain senior yakni Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, dan Ferdinand Sinaga, ketiga pemain yang dituakan itu sukses memimpin para juniornya dan membawa Indonesia lolos fase grup.
Sejak Asian Games 2002 di Busan, cabang sepakbola merubah aturan dengan menetapkan batas umur pemain yang berpartisipasi. Jika sebelumnya setiap partisipan boleh mendaftarkan 20 pemain dengan usia bebas. Namun sejak 2002, setiap tim hanya boleh mendaftarkan tiga pemain dengan usia bebas alias pemain senior kemudian sisanya adalah pemain berusia di bawah 23 tahun.
Sejak aturan U-23 plus tiga senior diberlakukan, Indonesia baru tiga kali saja berpartisipasi di Asian Games yakni pada 2006 di Doha, 2014 di Incheon, dan 2018 sebagai tuan rumah di Jakarta. Pada 2006, timnas Indonesia asuhan Foppe de Haan sama sekali tidak mengikutsertakan pemain senior dan baru 2014, Indonesia asuhan Aji Santoso membawa tiga pemain senior untuk mendampingi para pemain U-23. Mereka adalah Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, dan Ferdinand Sinaga.
Di bawah komando tiga pemain senior di lapangan, Indonesia menorehkan prestasi yang tak buruk-buruk amat dengan melangkah ke fase gugur. Prestasi ini sama sebetulnya dengan yang diraih timnas Indonesia asuhan Luis Milla pada Asian Games 2018, namun bedanya skuad asuhan Aji Santoso meraih itu bukan dengan status tuan rumah melainkan di negara orang.
Meski akhirnya langkah Indonesia terhenti setelah dijungkalkan Korea Utara yang menjadi finalis pada saat itu di babak 16 besar, nama Indonesia masih bisa harum lantaran sang pemain senior, Ferdinand tercatat sebagai pemain tersubur. Ferdinand yang saat itu membela Persib Bandung mampu menjaringkan enam gol dari empat laga sehingga ia jadi yang tertajam di Asian Games 2014.
"Saya mengambil beberapa pemain senior memang karena kebutuhan posisi. Saat itu, bahwa merekalah yang layak, dan alhamdulillah meskipun mereka belum gabung lama tapi kami masih bisa lolos grup. ini luar biasa," ujar Aji Santoso, pelatih timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2014.
Getty"Ferdinand Sinaga juga menjadi topskor sehingga meski tak mencapai target empat besar, pencapaian tim di Asian Games Incheon cukup bagus," ujar pelatih yang kini menukangi Persebaya Surabaya itu.
Setelah kurang lebih tujuh tahun dari Incheon atau jelang Liga 1 musim 202/22, Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, dan Ferdinand Sinaga kembali bereuni di Persib Bandung. Suatu momen yang ditunggu sejak lama. Karena sebelum ini, ketiganya pernah berseragam Maung Bandung berkali-kali alias keluar masuk tim namun belum sempat berjodoh kembali.
Sebetulnya setelah dari Incheon, Igbonefo, Jufriyanto, dan Ferdinand sempat berbagi lapangan sebagai rekan satu tim pada 2015 saat menghadapi Kamerun di laga uji coba internasional. Hanya saja saat itu, Jufriyanto dan Ferdinand turun sebagai pemain pengganti di skuad timnas asuhan Benny Dolo dan Igbonefo turun dari awal laga.
Awal kisah reuni panjang dimulai pada 2014 saat Persib Bandung dilatih Djadjang Nurdjaman. Saat itu, Jufriyanto bersama Ferdinand bermain bersama untuk Persib dan meraih trofi juara Liga Indonesia.
Kebersamaan Jufriyanto dan Ferdinand berakhir memasuki musim 2015 karena Ferdinand memutuskan pindah ke Sriwijaya FC. Kabarnya, Ferdinand sudah tidak betah lagi membela Persib yang merupakan tim favorit masa kecilnya.
Jelang turnamen rasa kompetisi yakni ISC A 2016, Jufriyanto meninggalkan Persib untuk bergabung dengan Sriwijaya namun di saat yang bersamaan, Ferdinand cabut dari Sriwijaya dan bergabung dengan PSM Makassar untuk waktu yang cukup lama.
Satu musim Jufriyanto membela Sriwijaya, ia kembali lagi ke Bandung jelang Liga 1 2017 untuk bergabung dengan Persib. Kala itu, ia masuk bersama Dedi Kusnandar dari Sabah FA (Malaysia) yang merupakan anggota timnas U-23 di Asian Games 2014 juga, dan pernah bermain bersama di Persib sebelumnya pada turnamen Piala Presiden 2015.
Memasuki musim 2018, Jufriyanto yang masih terdaftar di skuad Persib Bandung tiba-tiba mengundurkan diri lagi untuk pindah ke Kuala Lumpur FA. Padahal saat itu, Persib Bandung baru mendatangkan duet Jufriyanto di jantung pertahanan saat Asian Games 2014 yakni Victor Igbonefo yang sebelumnya berkarier di Thai League 1 bersama Nakhon Ratchasima FC.
Bahu-membahu bersama Bojan Malisic dan di bawah arahan pelatih baru yakni Mario Gomez, Victor Igbonefo sukses membawa Persib Bandung menjadi salah satu tim yang sulit dibobol di Liga 1 2018. Namun demikian jelang Liga 1 2019, Igbonefo meninggalkan Persib Bandung dan kembali ke Thai League 1 untuk bergabung dengan PTT Rayong sekaligus menggantikan posisi Ryuji Utomo yang kembali ke Indonesia.
Kekosongan posisi Igbonefo kemudian ditambal oleh Jufriyanto jelang bergulirnya Liga 1 2019 yang pada saat itu, Persib Bandung diasuh oleh Miljan Radovic. Ini merupakan kedatangan ketiga Jufriyanto ke Persib setelah 2014 dan 2017.
Jelang Liga 1 2020, Persib yang menyudahi kompetisi di urutan keenam kembali mendatangkan Igbonefo pada Januari 2020. Komposisi lini pertahanan Maung Bandung pun terkesan mewah karena selain Igbonefo, ada nama Nick Kuipers, Fabiano Beltrame, dan Achmad Jufriyanto. Asa Bobotoh untuk melihat Igbonefo dan Jufriyanto bertandem pun cukup antusias mengingat keduanya terakhir kali bekerja sama di laga persahabatan timnas pada 2015 dan belum pernah bermain bersama saat keduanya berbaju Persib Bandung.
Dasar belum jodoh dan Bobotoh pun harus lebih bersabar lagi, Jufriyanto kembali tinggalkan Persib untuk ketiga kalinya, sebulan setelah kembalinya Igbonefo ke Persib. Pesepakbola asal Tangerang ini meminta Persib untuk meminjamkan nya ke Bhayangkara FC jelang Liga 1 2020.
Drama antara Igbonefo dan Jufriyanto membuat banyak Bobotoh berpikir jika antara keduanya punya ketidakcocokan dan hubungan yang kurang baik. Ini pasalnya Jufriyanto selalu pergi dari Persib ketika Igbonefo datang dan begitu juga sebaliknya.
Singkat cerita, musim 2020 pun hanya seumur jagung karena dihentikan akibat pandemi. Selama tiga laga yang dijalani Persib, Igbonefo selalu diturunkan untuk berduet dengan tandem Jufriyanto di musim sebelumnya yakni Nick Kuipers.
Setelah hampir satu tahun sepakbola Indonesia bergelut dengan pandemi, Liga 1 2021 pun telah diputuskan akan bergulir pada Juni. Persib tancap gas dengan mulai mengumpulkan pemain.
Jufriyanto lagi-lagi diumumkan sebagai pemain baru Persib untuk kali keempat setelah ia selesai menjalani masa peminjaman di Bhayangkara FC. Igbonefo pun masih terlihat bersama Persib pada latihan perdana jelang Liga 1 2021 dan masih masuk rencana pelatih Robert Rene Alberts karena kontraknya baru akan berakhir pada 2022 mendatang.
Situasi ini cukup menjadi bukti jika Igbonefo dan Jufriyanto punya hubungan yang baik-baik saja sejauh ini.
Selain memanggil pulang Jufriyanto, Persib juga memperkenalkan pemain baru lainnya dari PSM yakni Ferdinand Sinaga, si muka baru rasa lama karena pernah berseragam Maung Bandung pada 2014. Akhirnya setelah menanti selama tujuh tahun sejak Asian Games 2014 di Incheon, dan melalui drama yang rumit, Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, dan Ferdinand Sinaga kembali berada dalam satu tim yakni Persib Bandung, di bawah arahan Robert Rene Alberts jelang Liga 1 2021.
Keberadaan Igbonefo, Jufriyanto, dan Ferdinand di dalam tim pun disambut baik Dedi Kusnandar. Pemain yang akrab disapa Dado ini mengakui ketiganya punya kualitas tersendiri dan ia pun teringat masa-masa ketika bermain bersama dengan ketiganya di Asian Games 2014 Incheon.
"Saya senang bisa bermain bersama kembali dengan ketiganya sekaligus untuk pertama kali sejak di Incheon. Mereka punya kualitas bagus tersendiri dan pengalaman. Dengan kehadiran ketiganya secara bersamaan, semoga mampu memberikan aura positif dan Persib Bandung bisa juara," ujar Dedi.
"Pengalaman saya di Incheon bersama ketiganya, saya nyaman bermain dengan ketiga senior itu. Mereka punya karakter yang berbeda namun demikian, itu saling melengkapi," tutup Dedi menambahkan.
Persib OfficialAchmad Jufriyanto
Posisi: Bek tengah / gelandang bertahan
Usia: 34 tahun
Total membela Persib: 4 musim
Tahun Masuk (dari): 2014 (Sriwijaya), 2017 (Sriwijaya), 2019 (Kuala Lumpur FA), 2021 (Bhayangkara FC)
Tahun Keluar (ke): 2016 (Sriwijaya), 2018 (Kuala Lumpur FA), 2020 (Bhayangkara FC)
Goal IndonesiaVictor Igbonefo
Posisi: Bek Tengah
Usia: 35 tahun
Total membela Persib: 2 musim
Tahun masuk (dari): 2018 (Nakhon Ratchasima FC), 2020 (PTT Rayong)
Tahun keluar (dari): 2019 (PTT Rayong)
Goal IndonesiaFerdinand Sinaga
Posisi: Penyerang
Usia: 32
Total membela Persib: 1 musim
Tahun masuk (dari): 2014 (Persisam Putra Samarinda), 2021 (PSM Makassar)
Tahun keluar (dari): 2015 (Sriwijaya).
