Perseru Serui Kebut Perbaikan Stadion Marora

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Manajemen Perseru optimistis Stadion Marora tetap bisa digunakan untuk Liga 1 2018.

LIPUTAN   ABI YAZID    DARI   MALANG   

Perseru Serui terancam tak bisa menggunakan Stadion Marora, Serui, sebagai kandang mereka di Liga 1 2018. Itu berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan oleh PSSI terhadap stadion tersebut.

Stadion Marora memang menjadi salah satu stadion yang dinilai belum memenuhi standar untuk menggelar pertandingan Liga 1. Stadion lainnya yang juga dianggap belum lolos verifikasi adalah Stadion dr.H. Moch. Soebroto (Magelang/PSIS Semarang), Stadion Andi Mattalatta (Makassar/PSM Makassar), serta Stadion Teladan (Medan/PSMS Medan).

Maka itu, manajemen Perseru berupaya keras mengebut perbaikan Stadion Marora. Salah satu yang cukup menyita perhatian di Stadion Marora adalah kualitas lampu Stadion. Sudah dua musim (Indonesia Soccer Championship A 2016 dan Liga 1 2017), beberapa kali Perseru harus menjalani laga kandang mereka di luar Serui karena tidak bisa menggelar pertandingan pada malam hari di Stadion Marora.

"Pak Tigor (Tigorshalom Boboy, COO PT Liga Indonesia Baru) sendiri memang datang ke Serui untuk melihat lapangan. Pada saat itu dia datang ketika kompetisi berjalan. Rumputnya saya pikir masih keras dan stres. Kami juga belum membersihkan stadion, sehingga hasil dari verifikasi kesiapan kami dianggap belum," ujar Kilion Imbiri, manajer operasional Perseru.

"Untuk lampu kami sedang negosiasi dengan beberapa pengusaha untuk mendatangkan lampu. Tetap lampu kami siapkan sebagai prioritas karena ini menjadi evaluasi bagi kami karena tahun lalu waktu bulan puasa kami tidak bisa maksimal menggelar pertandingan pada malam hari. Sehingga kami tiga kali laga home dikasih keluar," tuturnya. 

"Ini merupakan pembelajaran yang cukup keras bagi kami. Jadi lampu adalah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh kami Perseru karena merupakan syarat mutlak," tegasnya.

Maka itu, manajemen Perseru berharap juga peran serta dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk membantu memperbaiki Stadion Marora. "Pada prinsipnya masyarakat Papua khususnya kami warga Kepualauan Yapen berharap kepada PSSI dan PT Liga bahwa kompetisi tahun ini kami tetap harus dilaksanakan di Serui," ujarnya.

"Kami sudah berupaya keras, dan kami yakin kami bisa memenuhi apa yang menjadi syarat walaupun kompetisi masih kurang satu bulan," tambahnya.

Sementara itu, sudah hampir dua minggu skuat yang dilatih Aleksander Saununu ini menempa diri di Malang. Latihan fisik menjadi menu utama mereka pada pemusatan latihan kali ini.

"Kami latihan fisik pagi hari, kami maksimalkan karena sore hari kondisi di Malang hujan. Kondisi fisik yang buruk menjadi kendala bagi kami saat hancur di Piala Presiden lalu. Ya, tidak masalah karena memang kami baru kumpul lima hari kemudian berangkat ke Surabaya. Kini para pemain sudah membaik fisiknya dan kami tinggal latihan taktik," tegas Aleksander.

"Rencananya kami akan menggelar lima kali uji coba di sini. Banyak sekali tim yang bisa ajak uji coba kami dari Liga 3 dan Liga 2. Kami juga ingin mencoba kekuatan Arema di akhir sesi nanti. Kami tetap tinggal di Malang sembari lihat jadwal. Kalau kami laga perdana main home maka kami pulang, kalau kami away ya kami berangkat dari Malang," pungkasnya.(gk-48)

Tutup