Latihan mandiri skuad Persela Lamongan masih terus berlanjut. Klub berjulukan Laskar Joko Tingkir tersebut baru mengumpulkan para pemainnya setelah ada kepastian tanggal bergulirnya Liga 1.
Persela sudah menghentikan latihan bersama sejak 3 Oktober 2020. Para pemain diperintahkan berlatih dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya agar tidak menurun drastis.
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan Liga 1 bakal kembali digelar pada Februari tahun depan. Hanya saja, sampai sekarang belum diputuskan tanggal dimulainya.
Restu dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang menjadi penentunya. Tanpa adanya izin dari mereka Liga 1, tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana yang disiapkan oleh PSSI dan PT LIB selaku operator kompetisi.
"Tanggal berapa dulu bulan Februari itu? Di sini jangan bicara ideal, semua tidak ideal untuk merencanakan sesuatu periodisasi, tapi minimal mendekati ideal," ucap asisten pelatih Persela Didik Ludiyanto.
"Misal Liga 1 dimulai 1 Februari, kami latihan tarik mundur 45 hari. Kalau tidak bisa ya 30 hari, itu pun mepet sekali. Kuncinya dari federasi [PSSI] harus tahu kapan mulainya kompetisi? Baru kami bisa memulai persiapan," Didik menambahkan.
GOALLiga 1 musim ini sempat berjalan selama tiga pekan. Namun, PSSI memutuskan menghentikannya pada pertengahan Maret lalu, karena pandemi virus corona melanda Tanah Air.
Raihan negatif didapatkan Persela sebelum Liga 1 dihentikan. Klub kebangaan masyarakat Lamongan tersebut selalu menelan kekalahan dari lawan-lawan yang dihadapinya.
Pesela dikalahakan Persib Bandung, PSIS Semarang, dan Borneo FC. Alhasil, Eky Taufik dan kawan-kawan harus puas menduduki juru kunci klasemen dengan koleksi nol poin.
Saat Liga 1 kembali digelar, Persela tak bisa lagi menggunakan jasa Rafael Gomes de Olivera. Sosok yang karib disapa Rafinha tersebut hengkang karena tidak sepakat dengan kontrak baru yang ditawarkan klub asal Jawa Timur itu.
Kepergian Rafinha, membuat Persela kini tinggal mempunyai tiga pemain asing yang masih setia. Mereka adalah Brian Ferreira, Gabriel do Carmo, dan Marcus Vinicius Vidal Cunha.
