Persela Lamongan sudah menyusun persiapan jelang bergulirnya kembali kompetisi musim ini. Maksimal, Laskar Joko Tingkir, memulai latihan bersama pada Agustus mendatang.
PSSI sudah memutuskan kompetisi dimulai pada Oktober mendatang. Kepastian ini didapatkan setelah federasi sepakbola nasional tersebut menerbitkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53VI/2020.
"Persela Insya Allah akan segera lakukan persiapan untuk Liga 1 yang akan dimulai di bulan Oktober. Secara manajemen, pelatih dan pemain siap, untuk menghadapi Liga 1," kata pelatih Persela Nilmaizar dikutip dari laman PT LIB.
Kendati begitu, PSSI belum memberikan detail kompetisi kepada klub, seperti jadwal, regulasi dan lain-lainya. Organisasi yang dipimpin Mochamad Iriawan tersebut masih merumuskannya bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi untuk mendapat keputusan terbaik.
Sejumlah wacana muncul saat kompetisi dihelat. Mulai dari seluruh pertandingan Liga 1 digelar di Pulau Jawa, penghapusan degradasi, regulasi pemain U-20, kenaikan subsidi, hingga pengurangan jatah promosi klub Liga 2 dari tiga menjadi dua di musim ini.
Media Borneo FC"Saya sudah diskusi sama manajemen dan sudah bicara. Sudah saya sampaikan beberapa program, intinya manajemen oke. Tapi kita tunggu regulasi dari PSSI seperti apa. Baik aturan liga maupun regulasi lainnya tentang pemain muda," ujar pria berusia 50 tahun tersebut.
"Tanggalnya kita tunggu dari PSSI dan kesepakatan kita dengan manajemen. Oktober dimulai paling lambat Augustus kita sudah mulai masuk [latihan]," eks juru formasi Semen Padang itu menambahkan.
Semenjak kompetisi dihentikan pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi virus corona, skuad Persela dipulangkan ke kediaman masing-masing. Ahmad Bustomi dan kawan-kawan diminta melakukan latihan secara mandiri untuk menjaga kondisinya.
Borneo FC menjadi lawan terakhir yang dihadapi Persela, sebelum kompetisi dihentikan. Saat itu, klub yang identik warna biru langit tersebut menelan kekalahan dengan skor 2-1, pada 15 Maret 2020.
Saat ini Persela menjadi juru kunci klasemen kompetisi kasta teratas Indonesia. Klub yang 1967 tersebut belum meraih kemenangan sama sekali dari tiga pertandingan yang dimainkannya.
