Persela Lamongan harus menelan pil pahit, setelah takluk dengan skor 2-0 dari Kalteng Putra dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Minggu (27/10). Hasil ini membuat Persela masih berkutat di papan bawah.
Skuad yang dilatih Nilmaizar itu kini berada di posisi ke-15 alias satu setrip di atas zona degradasi dengan 23 poin. Tentunya, ini membuat Laskar Joko Tingkir harus makin waspada dan terus memperbaiki performa.
Apalagi terdekat, mereka harus menghadapi pemuncak klasemen Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (31/10).
"Ke depan perlu evaluasi besar dari tim pelatih, karena pertandingan lawan Bali sangat penting buat kami. Apalagi M. Zaenuri kena kartu merah," ujar Nil.
Nil menambahkan, salah satu faktor kekalahan timnya di laga melawan Kalteng Putra adalah kurangnya konsentrasi dari para pemainnya. Meski sudah bisa memperbaikinya pada babak kedua, namun Rafael Gomes de Oliveira dan kawan-kawan tetap tak bisa mencetak gol. Justru mereka terpancing emosi, hingga akhirnya Zaenuri terkena kartu merah pada menit ke-79.
"Hasil ini tidak bagus untuk Persela, sebenarnya kami target minimal 1 poin, tapi kebobolan dan kecurian gol penalti. Kami tidak bisa samakan kedudukan," tutur Nil.
Hal senada juga dituturkan penggawa Persela, Ahmad Birrul Walidain. Menurutnya, timnya hanya kurang beruntung pada laga ini.
"Babak pertama kehilangan fokus dan konsentrasi. Di babak kedua, kami kurang tenang menghadapi situasi," ujar Birrul.
