Koko Ari Araya - Timnas IndonesiaPSSI

Persebaya Surabaya Diskusi Dengan PSSI Untuk Penyembuhan Cedera Koko Ari

Persebaya Surabaya mengungkap kondisi teraktual cedera yang menimpa Koko Ari dan Bruno Moreira. Hal ini setelah kedua pemain tersebut menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI).

Koko mendapatkan cedera ketika melakoni pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022, di Dubai. Ditemukan robekan pada otot ligamen anterior cruciate ligament (ACL), pesepakbola berusia 21 tahun itu.

Akibat cedera yang diderita, Koko gagal tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun, tim pelatih timnas Indonesia memutuskan ia tetap berada di Dubai untuk mendapatkan perawatan.

"Secara klinis kondisinya baik. Karena sudah dapat melakukan latihan berbagai macam," kata dokter Persebaya, Pratama Wicaksana, dikutip laman resmi klub.

Pratama menjelaskan butuh diskusi dengan PSSI. Ia tak berani mengambil keputusan sepihak, Koko perlu operasi atau tidak untuk menyembuhkan cederanya.

"Saya sudah laporan dengan pelatih dan juga ke PSSI. Harapannya kita bisa kasih yang terbaik untuk Koko. Karena dia kan aset Persebaya dan timnas," ucapnya.

Semenjak tiba di Surabaya, Koko telah melakukan terapi bersama fisioterapis Persebaya. Namun, ia masih berlatih terpisah karena kondisinya belum memungkinkan.

Bruno Moreira - PersebayaPersebaya Official

"Tahapan latihan sudah bisa. Lari sudah bagus, penguatan juga bagus. Progresnya bagus," ucap dokter yang karib disapa Tommy tersebut.

Sedangkan, untuk Bruno mendapat penanganan berbeda. Berdasarkan pemeriksaan ditemukan cedera pada bagian paha dalam gelandang asal Brasil tersebut.

Keadaan tersebut membuat Bruno harus menjalani operasi. Tommy menyatakan kondisi eks Ansan Greeners itu mulai membaik setelah mendapat perawatan.

"Sementara ini tunggu dan lihat progres fisioterapinya seperti apa. Kita usahakan segera bisa bergabung dengan latihan. Pokoknya kita mau berikan yang terbaik, dia [Bruno] harus pulih benar baru bisa gabung latihan," kata lulusan Universitas Brawijaya itu.

"Kompetisi juga masih belum jelas. Tim pelatih juga berpesan jangan dipaksa. Kalau Koko sambil jalan kita diskusi dulu dengan PSSI," ia menambahkan.

Iklan
0