Persebaya Surabaya, akan menantang Arema FC pada lanjutan Liga 1 2021/22, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11). Kemenangan jadi target yang dipatok Bajul Ijo.
Hanya saja, pelatih Persebaya Aji Santoso, sadar mengalahkan Arema FC bukan perkara mudah. Dalam tujuh pertandingan terakhir Singo Edan, memetik lima kemenangan dan dua imbang.
Keadaan tersebut yang membuat Aji, ingin anak didiknya tak membiarkan pemain Arema FC leluasa memegang bola. Ia mau skuad Persebaya disiplin dalam menutup segala ruang yang ada.




"Saya sampaikan juga kepada seluruh pemain bahwa dalam pertandingan besok saya mau anak-anak bisa mengalahkan Arema FC," kata Aji.
Aji memastikan bersikap profesional di pertandingan tersebut. Ia untuk sementara melupakan kenangan yang pernah terjadi dengan kesebelasan asal Malang itu.
"Saya pernah di Arema FC baik jadi pemain ataupun pelatih tetapi sekarang saya ada di naungan Persebaya. Jadi 100 persen saya akan berusaha untuk Persebaya," ucap sosok berusia 51 tahun tersebut.
Sementara juru formasi Arema FC Eduardo Almeida, menyampaikan sudah melakukan persiapan matang untuk menghadapi Persebaya. Seluruh anak asuhnya penuh semangat untuk melakoni duel tersebut.
"Kami melihat semua tim sangat kompetitif dan Persebaya adalah tim yang bagus dengan pemain-pemain yang baik. Tapi kami juga adalah tim yang bagus dengan pemain yang baik juga," ujar Almeida.
"Kami akan melakukan tugas kami dengan baik untuk mendapatkan tiga poin. Kami juga menghormati lawan pastinya tetapi tetap akan melakukan tugas kami [untuk menang]," Almedia menambahkan.
Bagi Almedia, derby Jawa Timur melawan Persebaya merupakan pengalaman baru. Setiap kali kedua klub bertemu laga selalu berjalan panas baik di dalam maupun luar lapangan.
Namun, pada edisi kali ini pertandingan Arema FC kontra Persebaya terasa berbeda karena tanpa kehadiran penonton. Seluruh partai Liga 1 2021/22, dilaksanakan secara tertutup akibat pandemi virus corona.
"Fokus kami yang penting adalah pertandingannya dan melakukan semua hal untuk meraih tiga poin. Dan menjalaninnya tanpa suporter adalah realitas yang harus kita hadapi," tuturnya.
